GEOSFER

Geosfer atau bumi yang padat adalah bagian atau tempat dimana manusia hidup dan mendapatkan makanan, mineral – mineral, dan bahan bakar yang dikenal sumber daya alam. Diperkirakan geosfer mempunyai kapasitas penyangga yang tidak terbatas terhadap gangguan manusia tetapi sekarang diketahui cukup ringkih dan dapat rusak karena aktivitas manusia. Sebagai contoh, beberapa milyar ton mineral bumi ditambang atau dengan kata lain dirusak setiap tahun melalui mineral – mineral dan batubara. Dua fenomena pencemaran atmosfer, yaitu karbon dioksida yang berlebih dan hujan asam memiliki potensi yang menyebabkan perubahan besar pada geosfer. Kelebihan karbon dioksida dapat menyebabkan pemanasan global yang selanjutnya dapat merubah pola curah hujan secara signifikan dan merubah daerah produktif di bumi menjadi daerah gurun. pH rendah yang menjadi ciri hujan asam dapat menyebabkan perubahan yang drastis dalam daya larut kecepatan oksidasi – reduksi mineral. Erosi disebabkan oleh penanaman secara intensif pada tanah yang dapat menyebabkan pencucian lapisan atas tanah secara berlebih pada tanah pertanian yang subur setiap tahunnya.
Pada beberapa daerah di negara industri, geosfer telah menjadi lahan penimbunan untuk bahan – bahan kimia beracun. Selain itu, geosfer harus menyediakan tempat pembuangan untuk limbah nuklir dari sekitar lebih dari 300 reaktor nuklir yang sekarang beroperasi di seluruh dunia. Dapat dipahami bahwa pemeliharaan geosfer yang cocok atau layak bagi manusia merupakan satu tantangan besar yang harus dihadapi manusia.
Aktivitas manusia dipermukaan bumi dapat mempengaruhi iklim. Pengaruh secara langsung adalah melalui perubahan permukaan albedo, yang didefinisikan sebagai persentase direfleksinya radiasi sinar matahari oleh permukaan air. Sebagai contoh jika matahari memancarkan energi sebesar 100 unit/menit ke batas luar atmosfer dan permukaan bumi menerima 60 unit/menit dari totalnya dan kemudian 30 unit direfleksikan lagi ke atas albedonya adalah 50%. Terdapat perbedaan nilai albedo untuk beberapa wilayah yang berbeda pada permukaan bumi, seperti untuk hutan hijau abadi 7-15%, padang kering 10-15%, gurun 25-30%, salju yang baru terbentuk 85-90%, dan aspal 8%.
Salah satu pengaruh terbesar dari manusia terhadap geosfer adalah terjadinya daerah gurun karena penyalahgunaan lahan dengan curah hujan yang kecil. Proses perubahan suatu daerah menjadi gurun terjadi karena menurunnya air tanah, salinasi lapisan tanah dan air, berkurangnya permukaan air, erosi tanah yang tinggi dan perusakan vegetasi asli. Dengan meningkatnya populasi penduduk dunia, salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi adalah mencegah terjadinya gurun – gurun baru.
Bagan yang paling penting dari geosfer bagi manusia adalah tanah. Tanah merupakan medium untuk menghasilkan berbagai makanan dimana kebanyakan makhluk hidup tergantung padanya. Tanah dan iklim yang kondusif untuk menghasilkan produkivitasnya merupakan aset yang sangat berharga yang dimiliki suatu bangsa. Bagi kebanyakan produksi makanan, tanah merupakan resptor dari sejumlah besar bahan pencemar (polutan), seperti bahan – bahan partikel dari cerobong asap pabrik. Beberapa seperti pupuk kimia, dapat menyebabkan pencemaran padal lingkungan air dan udara. Untuk itu, tanah merupakan komponen utama dalam siklus bahan – bahan kimia dalam lingkungan. Dengan meningkatnya populasi penduduk dan berbagai jenis industri, salah satu dari beberapa aspek yang penting dari penggunaan geosfer adalah harus menjaga sumber air. Limbah – limbah penambangan, pertanian, kimia dan bahan radioaktif memiliki potensi untuk mencemari lingkungan air dengan cara melepaskan nitrat dan logam – logam berat.
Perlu dicatat, bahwa banyak jenis tanah mempunyai kemampuan mengasimilasi dan menetralisir bahan pencemar. Berbagai proses kimia dan biokimia dalam tanah dapat mengurangi bahaya – bahaya dari bahan pencemar, seperti proses oksidasi – reduksiatau redoks, reaksi asam – basa, presipitasi atau pengendapan, penyerapan, dan degradasi biokimia. Dengan demikian, beberapa bahan kimia organik yang berbahaya dapat didegradasi menjadi bahan tidak berbahaya.
Video Streaming :  
Terima Kasih
Categories: Kesehatan Lingkungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: