Home > Manajemen Lingkungan > PRINSIP DASAR PENGELOLAAN KUALITAS UDARA

PRINSIP DASAR PENGELOLAAN KUALITAS UDARA

Mengingat bahwa udara yang bersih itu diperlukan setiap detik bagi tercapainya masyarakat yang sehat, maka kualitas udara harus diusahakan agar selalu bersih. Tidak mungkin kiranya kita membiarkannya kotor lalu dibersihkan sebelum dikonsumsi seperti halnya air, karena udara setiap detik diperlukan. Hal ini dikemukakan dengan asumsi bahwa kita tidak menghendaki menggendong penyediaan udara masing – masing seperti orang yang sedang menyelam. Namun demikian setiap ada pembicaraan tentang kebersihan kualitas udara ataupun pencemaran udara, selalu terdapat tiga kelompok manusia : yaitu (1) mereka yang selalu menginginkan udara selalu bersih. (2) mereka yang ingin memanfaatkan udara dengan kapasitas membersihkan dirinya (self purification process), sebagai tempat untuk membuang segala sesuatu yang dapat dimasukkan ke dalam atmosfir, sampai terjadi efek jelek yang nyata. (3) dan mereka yang baru saja mengerti tentang baik buruknya kedua pendapat diatas (masyarakat luas). Oleh karena itu diperlukan filosofi atau kesepakatan tentang suatu cara pengendalian udara bagi suatu negara. Bagi Indonesia tentunya sudah dapat banyak belajar dari pengalaman – pengalaman negara industri. Terlepas dari pendapat yang ada, hakekatnya saat ini sudah tersedia teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk pengendalian sumber – sumber pencemar udara secara efektif dan murah. Memanfaatkan teknologi pasti memerlukan biaya, akan tetapi tidak perlu disangsikan bahwa uang yang digunakan untuk kebersihan udara ini akan memberi manfaat bagi masyarakat saat ini dan generasi yang akan datang. Manfaat ini tidak saja tampak sebagai angka penyakit yang berkurang ataupun masyarakat (manusia, hewan dan tumbuhan) yang sehat, tetapi juga berkurangnya kerusakan harta benda dan akhirnya keuntungan juga tampak sebagai kebersihan sumber daya udara yang lestari.
Baku Mutu Kualitas Udara
Pengelolaan sumber daya udara, sebagaimana halnya dengan sumber daya pada umumnya, perlu dinaungi oleh iklim yang mengizinkan dilakukan tindakan – tindakan untuk pengelolaan tersebut. Iklim ini dapat tercipta setelah dibuat peraturan ataupun perundangan yang mengatur semuanya itu. Undang – undang sedemikian dikenal sebagai undang – undang udara bersih. Undang – undang yang ada di Indonesia saat ini mengatur pengelolaan lingkungan secara umum dan dikenal sebagai UU No.23 tahun 1997. Untuk dapat melaksanakan perundangan sedemikian diperlukan peraturan pelaksanaan yang berisikan angka – angka yang konkret tentang kadar berbagai zat yang boleh ada di dalam udara. 
Terima Kasih
Categories: Manajemen Lingkungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: