Home > AMDAL > Geomorfologi Dalam AMDAL

Geomorfologi Dalam AMDAL

Data Dasar Geomorfologi / Fisiografi dalam Studi AMDAL

Kedudukan geomorfologi dalam studi AMDAL menunjukkan bahwa aspek geomorfologi diperlukan dalam studi AMDAL mulai dari Penyajian Informasi Lingkungan hingga studi evaluasi lingkungan (SEL). Dengan demikian data geomorfologi yang diperlukan dalam studi AMDAL harus meliputi empat aspek utama geomorfologi tersebut, yaitu morfologi, proses geomorfologi, (termasuk bencana alam yang mungkin terkait), material penyusun bentuk lahan, genesis akan kontek kelingkungan. Data genesis akan tercermin pada bentuk lahan yang klasifikasinya mendasar pada genesis, dan data yang terkait dengan kontek kelingkungan akan tampak pada peta geomorfologi. Data geomorfologi dalam studi AMDAL seharusnya dapat diwujudkan dalam bentuk peta yang disertai dengan pemeriannya. Berikut ini akan diperbincangkan data geomorfologi yang terkait dalam studi AMDAL.

Data Bentuk lahan (Morfologi)
Bentuk lahan adalah suatu kenampakan medan yang terbentuk oleh proses alami yang memiliki komposisi tertentu dan karakteristik fisikal dan visual dengan julat tertentu yang terjadi dimanapun bentuk lahan tersebut terdapat. Bentuk muka bumi ini sangat komplek dan tersusun oleh berbagai macam bentuk lahan, oleh karena itu perlu suatu klasifikasi bentuk lahan. Banyak klasifikasi yang kita kenal, akan tetapi pada kesempatan ini akan diuraikan satu klasifikasi saja, yaitu klasifikasi yang dikemukakan oleh Verstappen dan Van Zuidam (1969). Klasifikasi tersebut didasarkan atas morgogenesisnya. Berdasarkan klasifikasi tersebut bentuk muka bumi ini diklasifikasikan menjadi 9 bagian satuan bentuk lahan utama atau satuan geomorfologi, yang masing – masing dapat terbagi menjadi satuan yang lebih rinci tergantung pada skala peta yang digunakan atau tujuan dari klasifikasinya.

Satuan bentuk lahan utama tersebut adalah :

  1. Bentuk lahan asal struktural
  2. Bentuk lahan asal gunung api
  3. Bentuk lahan asal denudasional
  4. Bentuk lahan fluvial
  5. Bentuk lahan marin
  6. Bentuk lahan glasial
  7. Bentuk asal aeolian (angin)
  8. Bentuk lahan pelarutan (solutional)
  9. Bentuk lahan asal organik (termasuk kegiatan manusia)


Pembagian lebih lanjut dari bentuk lahan utama tersebut adalah sebagai berikut :

1. Bentuklah asal Struktural
S1 : Pegunungan Blok Sesar
S2 : Gawir Sesar
S3 : Peg. Antiklinal
S4 : Perbukitan Antiklinal
S5 : Perbukitan / Peg. Sinklinal
S6 : Pegunungan monoklinal
S7 : Peg/perbukitan kubah
S8 : Peg/perbukitan plato
S9 : Lembah Antiklinal
S10 : Hogback/Cuesta

2. Bentuk lahan Asal Denuasional
D1 : Pegunungan terkikis
D2 : Perbukitan terkikis
D3 : Bukit sisa
D4 : Perbukitan trerisolir
D5 : Dataran nyasar
D6 : Kaki lereng
D7 : Kipas rombakan lereng
D8 : Gawir
D9 : Lahan rusak

3.  Bentuk lahan Asal Gunung Api
V1 : Kepundan
V2 : Kerucut gunung api
V3 : Lereng gunung api
V4 : Kaki gunung api
V5 : Dataran kaki gunung api
V6 : Dataran kaki fluvio gunung api
V7 : Padang lava
V8 : Lelehan lava
V9 : Aliran lahar
V10 : Dataran antar gunung api
V11 : Leher Gunung Api
V12 : Boca
V13 : Kerucut parasiter

4.  Bentuk lahan asal fluvial
F1 : Dataran aluvial
F2 : Rawa / Danau / Rawa belakang (backswamp)
F3 : Dataran banjir
F4 : Tanggul alam
F5 : Teras Sungai
F6 : Kipas aluvial
F7 : Gosong
F8 : Delta
F9 : Dataran delta

5.  Bentuk lahan asal Marin
M1 : Gisik
M2 : Dataran Pantai
M3 : Beting pantai
M4 : Laguna
M5 : Rataan pasang – surut
M6 : Rataan Lumpur
M7 : Teras Marin
M8 : Gosong Laut
M9 : Pantai berbatu
M10 : Terumbu

6.  Bentuk lahan Asal Pelarutan
K1 : Dataran karst
K2 : Kubah Karst
K3 : Lereng Perbukitan
K4 : Perbukitan sisa karst
K5 : Uvala / polye
K6 : Ledok karst
K7 : Dolina

7.  Bentuk lahan Asal Aeolian (Angin)
E1 : Gumuk pasir (sand dunes)
E2 : Gunung pasir barkan
E3 : Gumuk pasir paralel

8.  Bentuk lahan Asal Glasial
Di Indonesia sangat terbatas, jadi tidak dijelaskan

Setiap nama bentuk lahan akan mencerminkan penciri tertentu, sehingga dengan mengenal nama satuan bentuk lahan dapat membayangkan sifat alaminya yang selanjutnya dapat mengkaitkannya dengan aspek, mislnya dengan kajian lingkungan. Penciri yang paling sederhana dan memiliki arti dengan kajian lingkungan. Penciri yang paling sederhana dan memiliki arti praktis dari bentuk lahan adalah :

  • Relief / topografi
  • Material penyusun, termasuk struktur
  • Proses geomrfologi

Atas dasar penciri tersebut maka setiap bentuk lahan dapat dibedakan secara mudah. Contoh – contoh berikut akan memberikan kejelasan terhadap karakteristik bentuk lahan. Contoh : Dataran banjir, memiliki ciri :

  • Tipe relief umum  : datar / rata
  • Tipe bantuan / material penyusun : material klastik kasar yang tersusun atas krakal, pasir, geluh dan lempung, dengan struktur berlapis sederhana;
  • Genesis proses : asal flufial, pengendapan oleh aliran air sewaktu terjadi limpahan melampaui tanggul

Atas dasar dua contoh tersebut dapat diketahui bahwa setiap satuan bentuk lahan memiliki karakteristik tertentu. Karakteristik tersebut selalu menjadi pertimbangan dalam melakukan kegiatan yang terkait dengan lahan. Lahan yang terkena suatu kegiatan, salah satu dari tipe relief atau tipe bantuan/material penyusun atau ke dua – duanya akan mengalami perubahan. Perubahan dari faktor penciri bentuk lahan tersebut akan mengakibatkan proses geomorfologi yang umumnya mempunyai kecenderungan untuk meningkat.

Data bentuk lahan tersebut untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam melakukan kegiatan maka harus diwujudkan dalam bentuk peta, yaitu peta geomorfologi yang didalamnya mengandung unsur bentuk lahan.

Proses Geomorfologi

Proses germorfologi adalah proses yang bekerja di permukaan bumi yang cenderung merubah bentuk lahan. Proses geomorfologi tersebut secara garis besar dapat dibedakan menjadi proses eksogen, proses endogen dan proses ekstrateresial.

1.Proses Eksogen meliputi :
Degradasi : pelapukan, mass wasting (gerakan massa), erosi dan transportasi oleh : Air mengalir, Air tanah, Gelombang, arus laut, pasang tsunami, Angin, Gletser
Agradasi Oleh : air mengalir, air tanah, gelombang, arus, pasang tsunami, Angin, Gletser
Aktivitas organisme, termasuk manusia

2.Proses Endogen meliputi : Diastrofisme dan Volkanisme
3.Proses Ekstrateresial meliputi : Meterorit dan Meterorit jatuh

    Categories: AMDAL
    1. No comments yet.
    1. No trackbacks yet.

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: