Home > Kesehatan Lingkungan > CIRI DAN SEBAB PENCEMARAN UDARA

CIRI DAN SEBAB PENCEMARAN UDARA

Pada dasarnya penyebab polusi udara serupa dengan polusi air. Pencemaran udara adalah jika udara di atmosfir dicampuri dengan zat atau radiasi yang berpengaruh jelek terhadap organisme hidup. Jumlah pengotoran ini cukup banyak sehingga tidak dapat di absorpsi atau dihilangkan. Umumnya pengotoran ini bersifat alamiah, misalnya gas pembusukan, debu akibatnya erosi, dan serbuk tepung sari yang terbawa angin. Kemudian ditambah oleh manusia karena ulah hidupnya dan jumlah dan kadar bahayanya makin meningkat. Tanpa gangguan ini alam biasanya menyediakan unsur – unsur dasar yang diperlukan makhluk hidup dalam jumlah cukup dan berkelanjutan. Tetapi karena tambahan pengotoran manusia itu maka udara tidak dapat lagi membersihkan dirinya lagi. Pencemar udara ini dapat tersebar ke mana-mana, kepekatannya, kemudian masuk ke dalam air atau tanah dan menambah polusi air ataupun polusi tanah.
Pencemar udara dapat digolongkan ke dalam 3 kategori yang pertama ialah pergesekan permukaan, kedua ialah penguapan, dan ketiga ialah pembakaran. Pergesekan permukaan adalah penyebab utama pencemaran partikel padat di udara dan ukurannya dapat bermacam – macam. Peng-gergajian, pengeboran, atau pengasahan barang – barang seperti kayu, minyak, aspel, dan baja memberikan banyak partikel ke udara. Penguapan merupakan perubahan fase cairan menjadi gas. Penyubliman juga dapat menambah uap di udara. Polusi udara banyak disebabkan zat – zat yang mudah menguap, seperti pelarut cat dan perekat. Demikian pula terjadi uap pencemar jika ada reaksi kimia pada suhu tinggi atau tekanan udara. Industri yang berhubungan dengan cat, logam, bahan kimia atau karet banyak memberikan pencemar ini. Jika uap-uap ini berkondensasi akan tampak pada kita dan bertimbun mengotori ruangan.
Sejak zaman purbakala manusia telah memanfaatkan api untuk kenyamanan hidupnya. Zaman sekarang ditambah dengan pemakaian api untuk perindustrian yang jumlahnya amat banyak. Pemabakaran merupakan reaksi kimia yang berjalan cepat dan membebaskan energi, cahaya atau panas. Pada pembakaran banyak digunakan oksigen dan dihasilkan berbagai oksida. Bahan bakar yang umum digunakan ialah kayu, batubara, kokas minyak, semuanya berasal dari alam. Semuanya mengandung karbon, banyak yang molekul-molekulnya besar. Pada pembakaran dihasilkan senyawa karbon dioksida dan air. Di samping itu juga arang atau jelaga. Pada pengilangan minyak global diperoleh berbagai macam senyawa hidrokarbon. Campuran berbagai macam hidrokarbon ini mempunyai suhu penguapan yang berbeda – beda dan digunakan untuk keperluan manusia yang berbeda – beda pula. Misalnya bahan bakar pesawat jet, minyak bakar untuk tungku, bensin kendaraan bermotor, minyak pelumas, dan solar. Sisanya dapat berupa aspal atau parafin.
Bila berbagai hidrokarbon di atas mengalami pembakaran sempurna akan diperoleh karbondioksida, uap air, dan energi. Gas yang panas itu akan digunakan untuk menekan piston berbagai mesin yang dimanfaatkan oleh manusia. Pembakaran sempurna memakan jumlah oksigen yang memadai dan komposisi bahan bakar yang cocok. Pembakaran yang tidak sempurna terjadi karena jumlah oksigen tidak memadai atau tidak bercampur secara merata dengan bahan bakarnya. Hal itu dapat mengakibatkan timbul jelagaatau ruang yang hitam pada tungku. Pembakaran tidak sempurna dapat menghasilkan bahan pencemar. Misalnya jelaga dan karbon monoksida. Pada pembakaran sempurna hanya terbuang karbondioksida. Pencemar kendaraan bermotor di kota besar makin terasa. Pembakaran bensin dalam kendaraan bermotor merupakan lebih dari separuh penyebab polusi udara. Di samping karbon monoksida, juga dkeluarkan nitrogen oksida, belerang oksida, partikel padatan dan senywa – senyawa fosfor timbal. Senyawa ini selalu terdapat dalam bahan bakar dan minyak pelumas mesin. Rancangan mesin dan macam bensin ikut menentukan akan jumlah pencemar yang timbul. Pembakaran bensin akan lebih efisien jika mobil dilarikan dengan kecepatan yang konstan, dan mengurangi frekuensi fungsi pengereman dan menstarter. Pemeliharaan mesin yang teratur akan menambah efisiensi kerja mobil. Penyetelan mesin yang teratur juga menambah efisiensi kerja mesin. Pembakaran bensin yang tidak sempurna akan menghasilkan banyak bahan yang tidak diinginkan dan meningkatkan pencemaran. Beberapa negara telah mencoba membuat sistem pengendali mesin mobil yang dapat menurunkan kadar karbon monoksida dan nitrogen oksida sebagai pembakaran mesin mobil.
Terima Kasih
Categories: Kesehatan Lingkungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: