Home > Kesehatan Lingkungan > SUMBER DAYA ALAM DAN KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP

SUMBER DAYA ALAM DAN KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP

Beberapa jenis sumber daya alam mempunyai peranan yang sangat vital dalam menentukan kualitas lingkungan hidup kita, bahkan menentukan kelangsungan hidup kita. Sumber daya alam itu ialah 1) Sumber daya alam hayati hewan, tumbuhan dan jasad renik, 2) tanah, 3) air, 4) udara dan 5) energi. Walaupun sumber daya alam lainnya, misalnya bijih mineral, penting juga dalam kehidupan kita, namun sumber daya alam ini secara langsung tidak menentukan hidup mati kita.
1. Sumber daya alam hayati hewan, tumbuhan dan jasad renik.
Sumber daya alam hayati mempunyai peranan yang sangat vital dalam kehidupan kita sebagai sumber makanan, energi dan obat – obatan. Mereka juga berperanan untuk menjaga keseimbangan ekologi lingkungan hidup kita, antara lain dalam daur – ulang (recycling) materi. Misalnya tumbuhan hijau dalam proses fotosintesis menyerap gas CO2 hasil pembakaran dan mengolahnya menjadi karbonhidrat. Dalam proses ini juga dihasilkan O2 yang kita butuhkan untuk pernafasan.
Jasad Renik membusukkan bahan organik, sehingga mineral yang terikat di dalamnya dapat dibebaskan dan dapat digunakan lagi oleh tumbuhan untuk pertumbuhannya. Proses pembuatan kompos sebenarnya adalah proses daur-ulang ini. Kita dapatkan, misalnya, manusia membuang sampah dapur di kolam. Sampah dimakan ikan dan ikan menjadi makanan manusia. Tumbuhan dalam bentuk semak dan hutan juga mempunyai peranan penting dalam melindungi tanah terhadap erosi dan sebagai pengatur aliran air.
Peranan lain yang sangat penting ialah terdapatnya sifat – sifat keturunan dalam sumber daya hayati yang sewaktu – waktu dapat kita gunakan. Misalnya tumbuhan gelagah yang nampaknya tidak berguna telah pernah berjasa menyumbangkan sifat ketahanannya terhadap penyakit pada tubuh kita. Karena itu sumber daya hayati merupakan pula sumber daya nutfah (genetis). Di samping hutan, pekarangan pedesaan juga merupakan sumber daya nutfah yang penting. Mengingat pentingnya peranan sumber daya alam hayati dalam menentukan kualitas lingkungan hidup kita, perlulah kita memeliharanya dengan seksama. Salah satu bagian penting dalam pemeliharaan ini ialah dengan mneyisihkan sebagian sumber daya itu sebagai cagar alam dan tidak menghabiskannya. Selama tidak bertentangan dengan tujuan cagar alam, cagar alam itu dapat juga kita manfaatkan misalnya untuk pariwisata. akan tetapi pemanfataan itu haruslah dilakukan dengan hati – hati benar.
2. Sumber daya tanah dan air
Tanah dan air jelas sangat vital bagi manusia. Tanah kita perlukan untuk tempat permukiman kita, pertanian, peternakan dan lain – lainnya. Bagi negara agraris sperti Indonesia, tanah yang subur merupakan faktor utama yang menentukan kualitas lingkungan hidup dan lain – lainnya. Karena itu air kita perlukan dalam kuantitas dan kualitas yang memadai dan pada waktu yang tepat. Baik kebanyakan maupun kekurangan air akan menyebabkan masalah. Apalagi kalau kebanyakan air itu sampai menyebabkan banjir. Kualitas air juga sangat penting. Apabila kualitas air tidak memadai untuk suatu peruntukan tertentu, misalnya minum, haruslah air itu diolah dulu yang memakan biaya yang tinggi.
Sebagian besar daerah Indonesia terletak dalam daerah iklim tropis dengan curah hujan yang tinggi. Karena itu secara mutlak sebagian besar daerah kita tidak kekurangan air. Namun kita dapatkan dua masalah besar. Pertama, kita mempunyai iklim musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Pada umumnya kita mempunyai kebanyakan air dalam musim hujan dan kekuranga nair dalam musim kemarau. Karena itulah air dalam musim hujan harus kita simpan untuk digunakan dalam musim kemarau. Secara alamiah penyimpanan itu dilakukan oleh hutan kita. Sayang banyak hutan kita telah mengalami kerusakan, sehingga daya penyimpanan air telah menurun. Karena itulah akhir – akhir ini makin banyak mengalami banjir dalam musim hujan dan kekeringan dalam musim kemarau.
Penyimpanan air dapat dilakukan dalam waduk, akan tetapi apabila kurang atau tidak ada hutan, waduk dengan cepat akan mengalami pendangkalan. Jadi waduk tidak dapat mengganti fungsi hutan, melainkan hanya merupakan pembantu saja.
Kedua, terjadinya pencemaran. Pencemaran yang sangat umum terjadi ialah oleh limbah rumah tangga dan oleh lumpur yang berasal dari erosi. Di daerah tertentu pencemaran oleh industri juga sudah serius. Kecuali itu pencemaran oleh residu pestisida telah terdapat di daerah yang luas, walaupun masih dalam kadar yang rendah. Kerusakan hutan juga mengakibatkan erosi tanah, sehingga kesuburan tanah itu merosost. Banyak daerah di Indonesia telah menjadi kritis karena erosi. Misalnya, DAS Cilutung di daerah Sumedang dan daerah Gunung Kidul di Jawa Tengah. Yang sangat mengkhawatirkan ialah adanya gejala meningkatnya erosi dari tahun ke tahun.
Nampaklah betapa pentingnya sumber daya hutan kita untuk menjaga kualitas lingkungan hidup kita. Di samping itu masalah limbah haruslah kita tangani dengan serius. Karena pengolahan air (water treatment) secara mekanis dan kimiawi adalah mahal, haruslah dipelihara dan disempurnakan sistem daur – ulang tradisional di pedesaan serta dikembangkan pula sistem daur – ulang itu di daerah perindustrian dan perkotaan.
3. Udara
Tanpa udara kita tidak dapat hidup. Dan mesin – mesin kita pun tidak akan dapat berjalan. Akan tetapi karena udara terdapat dalam jumlah yang berlebihan, kita tidak menginsyafi betapa vitalnya udara. Namun udara yang banyak itu sebenarnya bukanlah tidak terbatas. Hal ini barulah kita insyafi, apabila terjadinya pencemaran udara yang berat. Akan tetapi karena efek pencemaran udara tidak secara langsung mematikan, kecuali dalam hal yang sangat ekstrim, misalnya kasus Sinila Dieng, kebanyakn orang belum menginsyafi bahwa kualitas lingkungan hidupnya telah merosot dan orang pun belumlah mengambil tindakan dengan nyata.
4. Energi
Energi kita butuhkan untuk melakukan kerja. Menurut hukum alam semua sistem mempunyai kecenderungan untuk berubah dari keadaan lebih teratur menjadi kurang teratur. Demikian pula sistem ekologi kita, atau ekosistem, yang terdiri atas manusia dan lingkungan hidupnya mempunyai kecenderungan yang sama. Karena itu ekosistem kita haruslah kitap pelihara. Untuk memeliharanya kita harus melakukan kerja dan untuk melakukan kerja kita butuhkan energi. Karena itu apabila persediaan energi tidak memadai, ekosistem kita makin lama makin menjadi kurang teratur dan akhirnya akan ambruk. Jadi jelaslah tidak hanya kualitas lingkungan hidup kita tergantung dari energi, melainkan juga kelangsungan hidup kita.
Terima Kasih
Categories: Kesehatan Lingkungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: