Home > Pencemaran Lingkungan > HUJAN ASAM (ACID RAIN)

HUJAN ASAM (ACID RAIN)

Pandangan bahwa pencemaran udara semata – mata merupakan masalah urban kini mulai merubah, hal ini terjadi setelah adanya fakta turunnya hujan asam dan pencemaran udara regional atau lintas batas lainnya. Atmosfer dapat mengangkut berbagai zat pencemar ratusan kilometer jauhnya, sebelum menjatuhkannya ke permukaan bumi. Dalam perjalanan jarak jauh ini, atmosfer bertindak sebagai reaktor kimia yang kompleks merubah zat pencemar setelah berinteraksi dengan substansi lain, uap air dan energi matahari. Pada kondisi tertentu sulfur dioksida (SOx) dan nitrogen oksida (NOx) hasil pembakaran bahan bakar fosil akan bereaksi dengan molekul – molekul uap air di atmosfer menjadi asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3) yang selanjutnya turun ke permukaan bumi bersama air hujan yang dikenal dengan hujan asam.
Hujan asam telah menimbulkan masalah besar di daratan Eropa dan Amerika serta di negara Asia termasuk Indonesia. Dampak negatif dari hujan asam selain rusaknya bangunan dan berkaratnya benda – benda yang terbuat dari logam, juga terjadinya kerusakan lingkungan terutama pengasaman (acidification) danau dan sungai. Ribuan danau airnya telah bersifat asam sehingga tidak ada lagi kehidupan akuatik, dikenal dengan “danau mati”.
Di samping merusak ekosistem perairan, hujan asam mengancam komiditi pertanian serta menimbulkan kerusakan hutan. Pada akhir tahun 1985, paling sedikit 7 juta Ha hutan di 15 negara Eropa telah rusak dan pada tahun 1986 telah mencapai 30,7 Ha. Kerusakan hutan akibat hujan asam sekarang ini makin meluas dan makin meningkat tingkat kerusakannya. Hujan asam juga melanda wilayah di Indonesia. Pemantauan hujan asam yang dilakukan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) di tiga kota di Indonesia.
Apabila dibandingkan dengan nilai ambang batas pH yang masih diijinkan bagi lingkungan hidup, maka tingkat keasaman air hujan di Jakarta sudah mendekati nilai kritis. Air hujan dengan pH 5,6 dapat menimbulkan kerusakan berbagai jenis logam termasuk terjadinya perkaratan. Di samping itu dapat merusak tambak – tambak ikan sehingga hasil panennya berkurang.
Terima Kasih
Categories: Pencemaran Lingkungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: