Home > Manajemen Lingkungan > PERMASALAHAN LINGKUNGAN TERMINAL

PERMASALAHAN LINGKUNGAN TERMINAL

Permasalahan yang biasa terjadi di terminal meliputi :
1. Permasalahan Seputar Pengunjung.
a. Minimnya kesadaran penumpang terhadap kebersihan dan ketertiban terminal.
Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya penumpang yang membuang sampah pada sembarang tempat serta menunggu bus diluar lokasi yang telah ditentukan. kondisi ini mengakibatkan kondisi terminal yang kotor dan banyaknya angkutan umum yang berhenti bukan pada tempat yang telah ditetapkan.
b. Minimnya kesadaran penumpang untuk membayar retribusi (peron)
Minimnya kesadaran penumpang untuk membayar retribusi dapat mengurangi pendapatan terminal. Sedangkan kebutuhan dana untuk perawatan sarana dan prasarana terminal sangat besar.
2. Permasalahan seputar awak angkutan umum
a. Minimnya kesadaran terhadap peraturan dan tata tertib terminal. 
Banyaknya angkutan umum yang menaikan dan menurunkan penumpang pada sembarang tempat diluar tempat pemberhentian yang telah ditetapkan, merupakan cerminan rendahnya kesadaran awak angkutan umum akan ketertiban terminal. ditambah lagi dengan banyaknya kendaraan umum yang menunggu penumpang di pintu keluar terminal yang dapat mengakibatkan antrian kendaraan.
b. Banyaknya kendaraan umum yang tidak membayar retribusi terminal.
Untuk menghindari pembayaran retribusi, angkutan umum banyak yang tidak masuk dalam terminal, hanya melintas di depan terminal. kondisi ini sangat merugikan bagi terminal.
3. Permasalahan seputar pengelolaan terminal
a. Lemahnya proses rekrutmen karyawan.
Karyawan terminal adalah pegawai pemerintah yang ditetapkan oleh Dinas Perhubungan Daerah. Penempatan pegawai pemerintah pada organisasi pengelolaan terminal tidak melalui proses rekrutmen berdasarkan sebuah kebutuhan kriteria dan kualifikasi orang berdasarkan jabatan. Tidak adanya proses rekrutmen dapat mengakibatkan rendahnya kualitas SDM pengelola terminal
b. Pengelolaan terminal yang tidak profesional
Pengelolaan terminal yang tidak profesional dapat mengakibatkan: Ketidakjelasan pembagian tugas dan kewenangan antar bagian. Ketidakjelasan standard operation procedure (SOP). Rendahnya standar pelayanan yang diberikan kepada penumpang dan awak angkutan umum Kondisi terminal yang kotor, semrawut dan kumuh.
c. Lemahnya pengawasan terhadap peraturan dan tata tertib terminal
Pengawasan terhadap tata tertib terminal mengakibatkan banyaknya pelanggaran-pelanggaran baik yang dilakukan oleh awak angkutan umum maupun penumpang yang pada akhirnya mengakibatkan kondisi terminal yang tidak tertib,
d. Manajemen keuangan yang tidak akuntabel dan transparan
Manajemen keuangan termnial yang tidak akuntabel dan transparan dalam hal laporan keuangannya. Laporan keuangan tidak dapat diiaudit untuk mengetahui berapa potensi pendapatan yang dapat digali dan dikembangkan. Tidak transparannya pengelolaan keuangan mengakibatkan banyaknya kebocoran-kebocoran anggaran dan pendapatan. Pendapatan terminal ditetapkan berdasarkan sebuah target pendapatan asli daerah (PAD), yang seringkali tidak mempertimbangkan potensi pendapatan terminal berdasarkan hasil kajian terlebih dahulu. Selian itu penetapan target PAD dari pendapatan terminal tidak mempertimbangkan aspek kebutuhan terhadap perawatan fisik sarana dan prasarana dan utilitas terminal.
e. Kurang perhatian terhadap pemeliharaan sarana fisik
Umur ekonomis bangunan terminal dapat menjadi pendek, apabila tidak dilakukan pemeliharaan yang tepat dan berkala. Banyak bangunan terminal baik sarana dan prasarana maupun fasiltas terminal yang sudah tidak terawat dan layak untuk digunakan. Namun pemeliharaan dan perbaikan terhadap berbagai fasilitas dan prasarana tersebut sangat minim. Ketiadaan anggaran dan biaya menjadi alasan pembenaran kondisi tersebut.
4. Permasalahan seputar pengaruh lingkungan ekternal terminal
Persoalan yang timbul akibat berbagai kepentingan dari lingkungan ekternal terminal adalah sebagai berikut :
a. Premanisme
Premanisme dilingkungan terminal menjadi sesuatu yang melekat. Dimana ada sebuah terminal disitu tumbuh dan berkembangnya premanisme. Maraknya preman yang beroperasi di lingkungan terminal mengancam keamanan dan kenyamanan penumpang. Berbagai tindak kejahatan seperti: penodongan, pencopetan/pencurian dan tawuran antar kelompok menjadi suatu tindak kejahatan yang sering ditemui di lokasi terminal.
b. Pencaloan tiket.
Masalah pencaloan menjadi persoalan klasik yang tak berujung tuntas sampai saat ini. Lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pengelola terminal memberikan ruang bagi tumbuh dan berkembangnya kegiatan pencaloan. Kegiatan pencaloan biasanya akan marak pada moment tertentu seperti; saat-saat menjelang hari raya, dimana pada masyarakat Indonesia terdapat budaya pulang kampung. Kegiatan pencaloan hadir seiring dengan berdirinya terminal. Untuk mengantisipasi dan meminimalisasi aktivitas pencaloan, perlu dilakukan sebuah pengawasan yang ketat disertai sebuah sanksi hukum yang keras terhadap aktivitas pencaloan yang dapat merugikan masyarakat.
Terima Kasih
Categories: Manajemen Lingkungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: