Home > Teori Kebijakan > TEORI ELITISME

TEORI ELITISME

Ahli teori elitisme menyatakan bahwa kebijakan didominasi oleh minoritas istimewa. Mereka berpendapat kebijakan umum menggambarkan nilai dan kepentingan dari para elit atau aristokrat, bukan “rakyat” seperti yang dianggap oleh pluralis. Para elit modern mempertanyakan sampai dimana sistem politik modern mencapai cita‐cita demokrasi yang dinyatakan oleh kaum pluralis liberal. Sebagai contoh: demokrasi di Amerika, akademisi menunjukkan bagaimana kaum elit membentuk keputusan‐keputusan kunci. President G.W. Bush dan ayahandanya, mantan Presiden, memiliki kepentingan keuangan besar di sektor pertahanan dan energi, sedangkan wakil presiden Dick Cheney merupakan mantan kepala eksekutif perusahaan minyak besar. Sebaliknya, kelompok-kelompok yang mewakili kepentingan perusahaan kecil, buruh dan kepentingan konsumen hanya mampu memberi pengaruh sedikit dalam proses kebijakan.
Dalam hal kebijakan kesehatan, apakah teori elitisme terlalu menekankan pada kemampuan para elit untuk memegang kekuasaan? Tentu saja, kebanyakan kebijakan kesehatan dianggap tidak begitu penting secara marginal, dan akibatnya, teori elitisme tidak akan berguna untuk menunjukkan kekuasaan dalam kebijakan kesehatan. Isu‐isu marginal seperti itu sering disebut sebagai “politik rendah”. Namun, pembaca akan melihat banyak contoh dalam buku ini yang menunjukkan bahwa kaum elit memiliki pengaruh kuat dalam penyusunan kebijakan yang relatif dianggap rendah.
Ahli lain yang mengkaji elitisme membuat perbedaan antara “elit politik” yang terbentuk dari mereka yang betul‐betul menggunakan kekuasaannya setiap saat dan mereka yang termasuk : Pejabat pemerintah dan pejabat tinggi administrasi, pemimpin militer, dan, untuk beberapa kasus, keluarga yang berpengaruh secara politis serta pemimpin perusahaan besar dan golongan politik lain antara lain elit politik dan pemimpin partai oposisi, pemimpin serikat buruh, orang‐orang bisnis dan anggota kelompok elit sosial yang lain (Bottomore 1966).
Dapat disimpulkan bahwa untuk para ahli teori elitisme, kekuasaan dapat didasarkan pada beragam sumberdaya: kekayaan, hubungan keluarga, keahlian teknis, atau lembaga. Namun, yang tak kalah penting adalah untuk satu anggota kalangan elit, kekuasaan tidak mungkin tergantung pada satu sumber saja.
Menurut para ahli teori elitisme :
• Masyarakat terdiri dari kalangan kecil yang memiliki kekuasaan, dan sebagian besar lagi tanpa memiliki kekuasaan apapun. Hanya kalangan kecil tersebut yang memiliki kekuasaan untuk menyusun kebijakan publik.
• Mereka yang memerintah tidak seperti mereka yang tidak memerintah. Secara khusus, para elit berasal dari tingkat sosial ekonomi yang lebih tinggi
• Kalangan non‐elit dapat dimasukkan kedalam lingkaran pemerintahan jika mereka menerima kesepakatan dasar dari para elit.
• Kebijakan publik menggambarkan nilai dari para elit. Hal ini tidak selalu menimbulkan konflik dengan nilai yang dianut masyarakat. Seperti pendapat Lukes (1974), para elit dapat memanipulasi nilai yang dianut masyarakat agar dapat mencerminkan nilai mereka sendiri.
• Kelompok kepentingan muncul tetapi mereka tidak memiliki kekuasaan yang sama dan tidak memiliki akses yang sama terhadap proses penyusunan kebijakan.
• Nilai yang dianut para elit sifatnya konservatif dan akibatnya perubahan kebijakan akan bersifat instrumental.
Terlihat bahwa teori elitisme sesuai untuk berbagai negara di Amerika latin, Africa dan Asia, dimana para politikus, birokrat senior, pebisnis, profesional dan militer membuat ikatan kebijakan yang kuat sehingga mereka menjadi kalangan yang dominan. Di beberapa tempat, kalangan elit demikian sedikitnya sehingga mereka dapat dikenali dari nama keluarganya.
Pengertian bahwa tidak semua kelompok berkepentingan sama pengaruhnya, memiliki daya tarik intuitif yang sama. Terjadi peningkatan konsentrasi kepemilikan atas sejumlah industri, sebagai contoh: tembakau, alkohol, dan farmasi. Kelompok‐kelompok berkuasa ini akan memiliki lebih banyak pengaruh terhadap kebijakan dibanding kelompok kesehatan masyarakat. Bagian berikut menyoroti hasil penelitian Landers dan Sehgal (2004) terhadap sumberdaya yang digunakan oleh kelompok‐kelompok yang berlobi sampai dengan tingkat nasional di Amerika.
Terima Kasih
Categories: Teori Kebijakan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: