Home > Kesehatan Indonesia > REFORMASI PEMBIAYAAN KESEHATAN INTERNASIONAL

REFORMASI PEMBIAYAAN KESEHATAN INTERNASIONAL

Dalam usaha untuk menggambarkan dampak globalisasi pada proses penyusunan kebijakan kesehatan, Lee dan Goodman (2002) melakukan pengkajian empiris terhadap reformasi pembiayaan layanan kesehatan pada tahun 1980‐an dan 1990‐an. Meski nampak bahwa kebanyakan para pelaku non pemerintah semakin terlibat dalam pemberian pelayanan dan pendanaan layanan kesehatan, tidak terlalu jelas apakah perbedaan besar ini direfleksikan dalam debat dan penyusunan kebijakan kesehatan. Lee dan Goodman merasa skeptis dengan pendapat yang menganggap bahwa globalisasi telah meningkatkan besarnya suara dan keanekaragaman suara dalam proses kebijakan, oleh karenanya mereka mencoba menentukan siapa yang bertanggung jawab atas gagasan dan isi dari kebijakan pembiayaan layanan kesehatan.
Penelitian ini diawali dengan mengkaji perubahan‐perubahan bermakna dalam isi kebijakan pembiayaan layanan kesehatan selama masa itu, ditandai dengan suatu pergeseran dari adanya keengganan menjadi ke penerimaan pendanaan swasta untuk sejumlah layanan kesehatan. Orang‐orang dan lembaga‐lembaga penting yang terlibat dalam pembicaraan mengenai kebijakan pembiayaan diidentifikasi melalui suatu pencarian sistematis pada literatur. Identifikasi ini menghasilkan suatu daftar orang‐orang yang telah menerbitkan jurnal‐jurnal penting, sering dikutip, dan/atau terlibat dalam dokumen kebijakan. Lembaga tempat bekerja, sumber daya dan kebangsaan dari pelaku‐pelaku penting ini dicatat. Pelaku ‐ pelaku ini kemudian diwawancarai untuk
memperoleh pandangan mereka mengenai dokumen yang paling berpengaruh, orang‐orang, lembaga, dan pertemuan‐pertemuan dalam area kebijakan dan riwayat hidup mereka diminta. Akhirnya, peneliti‐peneliti tersebut mempelajari catatan kehadiran dan presentasi pada pertemuanpertemuan dilaporkan oleh informan sebagai sesuatu yang baru dalam evolusi kebijakan.
Peta jaringan dikembangkan untuk menghubungkan lembaga dan individu. Para peneliti tersebut menemukan bahwa suatu kelompok kecil (sekitar 25) dan terkait erat yang terdiri dari penyusun kebijakan, penasehat teknis dan akademis mendominasi proses dan isi reformasi pembiayaan kesehatan. Kelompok ini, yang terhubung dengan suatu jaringan yang kompleks, didasarkan pada sejumlah lembaga kecil yang dipimpin oleh World bank dan USAID. Anggota jaringan diamati mengikuti suatu perkembangan karir yang serupa. Anggota kelompok ini diberi kesempatan bergantian menduduki lembaga‐lembaga kunci, sehingga mereka dapat memainkan berbagai peran bergantian seperti peneliti, penasehat, pemberi dana penelitian dan proyek percontohan, dan pengambil keputusan.
Lee dan Goodman menyimpulkan bahwa elit global telah mendominasi diskusi kebijakan dengan mengendalikan sumber daya yang ada, tetapi yang lebih penting adalah pengendalian mereka atas segala debat melalui pengetahuan keahlian, dukungan penelitian, dan kedudukan yang penting dalam jaringan tersebut. Yang menjadi pemikiran peneliti bukan terletak pada suatu kelompok kecil pimpinan membentuk debat tentang kebijakan, tetapi lebih karena kepemimpinan yang ada tidak mewakili kepentingan yang sedang dipertaruhkan: ‘jaringan kebijakan global hanya didasarkan pada sejumlah kecil lembaga, dipimpin oleh World bank dan USAID (tetapi dianggotai pula oleh Abt Associates, suatu perusahaan konsultasi swasta dan Universitas Harvard), dalam latar belakang negara dan disiplin ilmu dari individu‐individu kunci yang terlibat’. Lee dan Goodman juga menyayangkan bahwa kebijakan tidak dihasilkan dari ‘titik temu rasional antara kebutuhan kesehatan dan pemecahannya’. Sebaliknya, para elit tersebut digambarkan telah menggunakan pengaruhnya pada agenda‐agenda nasional melalui pendekatan paksaan (syarat‐syarat pemberian bantuan dalam kelangkaan sumberdaya) dan pendekatan kerjasama (penelitian bersama, pelatihan, dan pilihan‐pilihan yang diberikan oleh elit kebijakan). Para peneliti tersebut berpendapat bahwa fakta ini berlawanan dengan pendapat pluralis yang mengatakan bahwa globalisasi membuka luas penentuan keputusan ke sebagian besar individu dan kelompok.
Terima Kasih
Categories: Kesehatan Indonesia
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: