Home > Kesehatan Indonesia > PERAN NEGARA DALAM SISTEM KESEHATAN

PERAN NEGARA DALAM SISTEM KESEHATAN

Sampai awal 1980an, pemerintah mempunyai tempat utama dalam pendanaan pelayanan kesehatan di sebagian besar negara. Sebagai tambahan, negara memegang peranan utama dalam mengalokasikan sumber daya‐sumber daya untuk prioritas‐prioritas kesehatan yang berkompetisi dan dalam mengatur cakupan kegiatan kesehatan. Satu contoh: pikirkan peranan yang mungkin dipunyai negara dengan regulasi layanan antar perawatan kesehatan. Mills and Ranson (2005) telah mengidentifikasi mekanisme regulasi yang sudah diterapkan oleh negara dengan pendapatan rendah dan menengah.
Untuk mengatur jumlah dan distribusi pelayanan, negara telah :
• Memberi perijinan para penyedia jasa (di semua negara) dan fasilitas‐fasilitas (sangat umum bagi RS‐RS)
• Mengendalikan pada jumlah dan besarnya sekolah medis (umum), mengatur jumlah dokter yang berpraktek di daerah tertentu dan membatasi penggunaan teknologi tinggi (sedang dipertimbangkan di Thailand dan Malaysia)
• Menyediakan insentif untuk praktek di daerah terpencil (dibanyak negara, hal ini untuk para dokter)
Untuk mengatur tarif pelayanan, pemerintah melakukan tindakan seperti :
• Merundingkan skala gaji (Zimbabwe dan Argentina)
• Menetapkan besar tarif (Afrika Selatan)
• Merundingkan besarnya pembayaran (pada banyak skema asuransi sosial)
Untuk mengatur kualitas pelayanan kesehatan, pemerintah telah :
• Memberi ijin para praktisi kesehatan
• Mendaftar fasilitas‐fasilitas kesehatan
• Mengendalikan jenis pelayanan yang disediakan
• Mensyaratkan para penyedia jasa untuk membuat prosedur penanganan keluhan
• Mensyaratkan adanya informasi untuk mengawasi kualitas
• Mengendalikan pelatihan kurikulum
• Menetapkan syarat‐syarat untuk melanjutkan pendidikan
• Memperkenalkan akreditasi untuk fasilitas kesehatan
Sebagai tambahan pada pendanaan, pengawasan dan regulasi pelayanan kesehatan, sebagian besar negara‐negara mempunyai fungsi‐fungsi kesehatan publik, sebagai berikut :
• Menjamin kualitas air dan keamanan makanan
• Melaksanakan karantina pengawasan negara dan batas untuk menghentikan penyebaran penyakit menular
• Meregulasi jalan dan tempat kerja untuk mengurangi cedera akibat kecelakaan
• Membuat undang‐undang, dengan target mengurangi polusi lingkungan dan suara
• Menetapkan standar untuk pemberian label makanan, kadar timah pada bensin, serta kadar tar dan nikotin pada rokok
• Meregulasi dan memberi perijinan industri‐industri dan memaksa mereka untuk menggunakan teknologi berbasis kesehatan masyarakat
• Menambah klorine pada air minum.
Kita mungkin bisa menambah daftar diatas untuk menggambarkan keterlibatan negara yang dalam dan luas pada kesehatan di awal abad 21. Ini menimbulkan pertanyaan apakah perkembangan seperti itu sudah benar.
Terima Kasih
Advertisements
Categories: Kesehatan Indonesia
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: