Home > Model Kebijakan > MODEL MIXED SCANNING DALAM KEBIJAKAN

MODEL MIXED SCANNING DALAM KEBIJAKAN

Beberapa usaha telah dicoba untuk menggabungkan idealisme pendekatan rasionakomprehensif dengan realisme model inkremental, mengatasi syarat‐syarat yang tidak realistis dari rasionalisme dan juga pandangan konservatif dari incrementalisme. Amitai Etzioni mengajukan model mixed scanning untuk proses pengambilan keputusan yang berbasis pada teknik perkiraan cuaca (1967) dimana pengamatan luas dari seluruh daerah disatukan dengan gambaran‐gambaran daerah bermasalah yang dipilih. Dalam konteks pengambilan keputusan, mixed scanning akan meliputi pembersihan luas atas masalah umumnya sebagai satu kesatuan dan analisis yang lebih mendetail atas komponen dari masalah yang sudah dipilih. Etzioni menarik sebuah perbedaan antara keputusan fundamental dan kecil. Dalam pandangannya, dengan penghargaan kepada keputusan‐keputusan mayor, para pembuat kebijakan melakuan analisa luas pada area permasalahan tanpa analisis mendetail tentang pilihan‐pilihan kebijakan seperti yang disarankan oleh rasionalis. Tinjauan yang lebih terinci dilakukan tergantung pada pilihannya sehubungan dengan langkah‐langkah yang kurang penting yang mungkin mengarah pada atau mengikuti keputusan fundamental. Pengamatan campuran dipikirkan untuk mengatasi harapan‐harapan yang tidak realistis dari rasionalisme dengan membatasi detail yang diminta untuk keputusan‐keputusan mayor, sedangkan pandangan luas membantu mengatasi pandangan konservatif dari incrementalisme dengan mempertimbangkan alternatif yang lebih jauh. Etzioni mengklaim bahwa mixed scanning tidak hanya cara yang diinginkan untuk mengambil keputusan tapi juga menyediakan gambaran yang baik atas praktek pengambilan keputusan. Menerapkan model mixed scanning pada pembuatan kebijakan penyakit sifilis bawaan mungkin menggambarkan praktek model ini digunakan dibeberapa negara. Di satu pihak, Departemen Kesehatan melakukan latihan yang bertujuan untuk mengukur dan menghitung keseluruhan beban penyakit sehubungan dengan kategori penyakit utama berdasarkan periodenya. Kegiatan ini dasar untuk memprioritaskan program‐program penyakit khusus dan menetapkan sasaran kasar untuk alokasi sumber daya‐sumber daya di berbagai kategori pengeluaran. Di sisi lain, manajer‐manajer program penyakit khusus melaksanakan analisa yang lebih rinci atas pilihan‐pilihan yang tersedia sehubungan dengan dana intervensi tertentu. Bagaimanapun, pada prakteknya, negara yang terbatas sumber dayanya, pengambilan keputusan dilanjutkan dengan cara yang lebih tidak terstruktur, baik melalui arah yang tidak direncanakan atau sebagai respons pada tekanan atau kesempatan politik atau ketersediaan dana yang disediakan oleh kepentingan global.
Terima Kasih
Categories: Model Kebijakan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: