Home > Kebijakan Kesehatan > MODEL KINGDON PADA AGENDA KEBIJAKAN

MODEL KINGDON PADA AGENDA KEBIJAKAN

Pendekatan John Kingdon (1984) berfokus pada peran para pembuat kebijakan di dalam dan di luar pemerintahan dengan mengambil keuntungan dari kesempatan‐kesempatan penentuan agenda – yang disebut jendela kebijakan – untuk memasukkan hal‐hal tertentu ke dalam agenda formal pemerintah. Model ini menunjukkan bahwa karakteristik sebuah pokok persoalan berkombinasi dengan sifat‐sifat institusi dan situasi politik, dan bersama dengan perkembangan solusi‐solusi politik dalam sebuah proses yang dapat menyebabkan terbuka atau tertutupnya jendela kesempatan untuk memasukkan sebuah pokok persoalan ke dalam agenda. Kingdon menggambarkan pemunculan kebijakan melalui tiga ‘alur’ atau proses yang terpisah yaitu alur masalah, alur politik, dan alur kebijakan. Kebijakan hanya akan dianggap serius oleh pemerintah ketika ketiga alur tersebut berjalan bersamaan. ‘Jendela’ Kingdon merupakan metafora dari ‘jendela’ peluncuran yang ada di pesawat ruang angkasa. Peluncuran roket hanya dapat dilakukan apabila semua kondisi memenuhi syarat.
Tiga alur proses politik
Alur masalah mengacu pada persepsi yang menganggap masalah sebagai urusan publik yang memerlukan tindakan pemerintah dan dipengaruhi oleh usaha‐usaha yang sebelumnya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menanggapi masalah tersebut. Para pejabat pemerintah mengetahui tentang masalah atau keadaan sosio‐ekonomi lewat indikator, umpan‐balik dari program‐program yang sudah ada, kelompok‐kelompok penekan atau kejadian‐kejadian yang jelas dan tiba‐tiba seperti krisis. Indikator bisa mencakup statistik kesehatan rutin, contohnya, statistik yang menunjukkan peningkatan angka obesitas (kegemukan) pada anak‐anak atau munculnya kembali TB (tuberculosis) dalam masyarakat yang sebelumnya sudah dianggap terbebas dari penyakit tersebut. Meskipun demikian, fakta‐fakta seperti ini jarang, dapat juga dianggap tidak pernah, ‘muncul dengan sendirinya’ dan langsung mendapatkan tanggapan.
Alur kebijakan terdiri dari analisis yang berkesinambungan terhadap masalah dan solusisolusi yang ditawarkan bersama‐sama dengan perdebatan yang mengelilingi masalah tersebut dan kemungkinan tanggapan terhadapnya. Dalam alur gagasan ini, sejumlah kemungkinan dikaji dan, sesekali mungkin akan semakin dipersempit atau dikembangkan. Agar sebuah gagasan atau pemecahan masalah dapat muncul ke permukaan, gagasan atau pemecahan masalah tersebut harus layak secara teknis, konsisten dengan nilai‐nilai sosial yang dominan, dapat menangani berbagai kendala yang berhubungan dengan kelayakan di masa depan (seperti kendala keuangan dan staf), dapat diterima secara umum dan harus memberikan gema pada para politisi.
Alur politik berjalan secara cukup terpisah dari kedua alur yang lain dan terdiri dari kejadian‐kejadian seperti perubahan suasana hati nasional, perubahan dalam pemerintahan dan kampanye‐kampanye yang dilakukan oleh kelompok‐kelompok kepentingan tertentu. Kingdon mengidentifikasi peserta yang kelihatan maupun tidak kelihatan yang mempengaruhi datangnya ketiga alur tersebut secara bersamaan. Peserta yang kelihatan merupakan kepentingan‐kepentingan terorganisir yang menyoroti satu masalah spesifik, mengajukan pendapat tertentu, menawarkan sebuah pemecahan masalah dan menggunakan media massa untuk mendapatkan perhatian. Peserta yang kelihatan, mungkin berada di dalam atau di luar pemerintahan. Contohnya, seorang presiden atau perdana menteri yang baru diangkat mungkin merupakan penentu agenda yang kuat karena ia baru saja dipilih dan mendapat keuntungan dari keraguan para pemilihnya. Peserta yang tidak kelihatan kemungkinan besar adalah mereka yang ahli dibidangnya masing‐masing – peneliti, akademisi dan konsultan yang utamanya bekerja dalam jalur politik – mengembangkan dan menawarkan berbagai pilihan pemecahan masalah yang mungkin masuk dalam agenda. Peserta yang tidak kelihatan mungkin memainkan peran dalam memasukkan pokok persoalan ke dalam agenda, khususnya apabila mereka bekerja bersama media massa.
Universitas, yang saling berkompetisi satu sama lain untuk mendapatkan dana penelitian, semakin mendorong para staf mereka untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka di media massa. Hal ini berarti bahwa sejumlah akademisi telah beralih dari peran sebagai peserta yang tidak kelihatan menjadi peserta yang lebih terlihat dalam proses penentuan agenda.
Jendela kebijakan
Menurut model Kingdon, ketiga alur tersebut di atas bekerja di sepanjang alur yang berbeda dan tidak saling terkait sampai saat tertentu yang merupakan jendela kebijakan, ketika mereka mengalir bersamaan atau saling berpotongan. Hal ini terjadi ketika pokok persoalan baru masuk dalam agenda dan kebijakan kemungkinan besar akan berubah. Akibatnya, kebijakan tidak masuk dalam agenda sesuai dengan serangkaian tahapan yang masuk akal. Ketiga alur tersebut mengalir secara bersamaan, masing‐masing dengan caranya sendiri, sampai mereka bertemu di titik di mana sebuah pokok persoalan kemungkinan akan ditanggapi secara serius oleh para pembuat keputusan. Pertemuan antara ketiga alur ini tidak bisa direkayasa atau diprediksikan dengan mudah.
Terima Kasih
Categories: Kebijakan Kesehatan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: