Home > Kebijakan Kesehatan > MEDIA MASSA SEBAGAI PENENTU AGENDA KEBIJAKAN

MEDIA MASSA SEBAGAI PENENTU AGENDA KEBIJAKAN

Sejauh mana dan dalam kondisi seperti apa media massa mengarahkan perhatian pada pokok‐pokok persoalan tertentu dan mempengaruhi apa yang kita pikirkan? Seberapa besar pengaruh yang mereka miliki terhadap para pembuat keputusan dalam pilihan pokok‐pokok persoalan yang berhubungan dengan kepedulian dan tindakan politik? Di masa lalu, peran media dalam pembuatan kebijakan cenderung diremehkan. Meskipun demikian, selama bertahun‐tahun media massa telah memiliki pengaruh yang kuat terhadap agenda kebijakan pemerintah melalui kemampuan mereka untuk memunculkan dan membentuk, bisa juga dikatakan menentukan. Pokok-pokok persoalan dan opini publik tersebut pada gilirannya akan mempengaruhi pemerintah untuk memberikan tanggapan. Pemunculan internet pada tahun 1990‐an membuat proses ini bahkan menjadi lebih jelas terlihat karena internet telah memungkinkan mobilisasi dan umpan balik dari opini publik dengan cepat dan dengan cara yang tidak bisa diprediksi dan dikendalikan oleh pemerintah, namun dengan berbagai cara, tetap harus mereka tanggapi. Pada dasarnya, ada dua jenis media: media cetak dan media elektronik. Media tersebut memiliki berbagai fungsi vital yaitu: merupakan sumber informasi; berfungsi sebagai mekanisme propaganda; merupakan agen sosialisasi (menularkan budaya masyarakat dan memberikan petunjuk pada orang‐orang mengenai nilai dan norma‐norma kemasyarakatan) dan berfungsi sebagai agen keabsahan yang menciptakan kepercayaan massal, dan juga penerimaan, terhadap pandangan-pandangan politik dan ekonomi seperti demokrasi dan kapitalisasi. Media massa juga bisa mengkritik jalannya pemerintahan dan kondisi masyarakat dan memperkenalkan perspektif‐perspektif baru pada masyarakat.
Bagaimana media berfungsi dipengaruhi oleh sistem politik. Di banyak negara, surat kabar dan stasiun televisi dimiliki oleh negara sepenuhnya dan melakukan sensor terhadap diri mereka sendiri karena khawatir akan tindakan yang akan dilakukan pemerintah apabila mereka meliputi pokok‐pokok persoalan tertentu dengan cara yang tidak sesuai keinginan pemerintah dan dengan demikian, mereka telah merugikan kenetralan mereka sendiri. Di negara‐negara lain, media kelihatan bebas berkreasi dan mengeluarkan ide‐ide mereka, namun editor dan jurnalisnya diintimidasi, dipenjara, diusir atau dikenai hal‐hal lain yang lebih buruk. Internet dan siaran satelit tidak mudah untuk dipengaruhi atau ditunggangi oleh rezim individu dan juga lebih sulit diakses daripada televisi dan radio yang lebih mudah untuk diawasi di negara‐negara miskin. Bahkan dalam negara berdemokrasi liberal, media massa tetap diawasi dengan cara‐cara yang lebih halus.
Pemerintah, yang secara berangsur‐angsur mulai memperhatikan citra mereka di media, dapat bermurah hati pada media penyiaran tertentu yang kooperatif dan memberikan mereka kemudahan untuk memperoleh berita‐berita eksklusif dan pemberitahuan lebih awal mengenai pengumuman kebijakan pemerintah untuk meningkatkan jumlah pemirsa mereka sebagai ganti liputan yang secara umum menguntungkan bagi pemerintah. Sebagian besar organisasi media massa yang ada dalam negara‐negara demokrasi barat merupakan bagian dari satu kesatuan besar yang terdiri dari berbagai kepentingan media di banyak negara. Beberapa yang ternama dimiliki oleh tokoh‐tokoh bisnis terkemuka, seperti Silvio Berlusconi dan Rupert Murdoch, yang nilai‐nilai politik dan tujuan komersial pribadinya sering membentuk orientasi pelaporan berita dan komentar politik yang diberikan oleh saluran‐saluran televisi dan surat‐surat kabar milik mereka tanpa perlu bersusah payah mengarahkan jurnalis‐jurnalisnya dari hari ke hari. Sebagian besar media komersil juga tergantung pada besarnya iklan. Secara keseluruhan, pola kepemilikan dan syarat‐syarat pengiklanan cenderung untuk memberikan kesan bahwa di sebagian besar negara, sebagian besar surat kabar dan stasiun televisinya mengambil posisi politik garis kanan dan pro‐kapitalis yang luas. Pada beberapa kesempatan, pengiklan dan kepentingan komersil juga dapat mempengaruhi isi media secara langsung, contohnya, melalui pensponsoran surat kabar dan penempatan artikel dalam media – artikel yang jelas‐jelas ditulis oleh jurnalis yang netral namun dimaksudkan untuk mempromosikan kepentingan industri.
Meskipun dikendalikan secara ketat oleh negara dan kepentingan‐kepentingan komersil kuat lain, kadang‐kadang media dapat memasukkan suatu pokok persoalan yang sedang diusahakan untuk dipromosikan oleh para peneliti dan kelompok‐kelompok kepentingan yang tidak berhubungan dengan negara atau bisnis tertentu ke dalam agenda kebijakan. Kadang‐kadang, mereka bertindak sebagai kelompok penekan dengan melancarkan kampanye terhadap pokokpokok persoalan yang diabaikan secara tidak adil. Salah satu yang paling terkenal di wilayah Kerajaan Inggris adalah kampanye sukses The Sunday Times di tahun 1970‐an untuk memenangkan kompensasi yang lebih tinggi untuk anak‐anak dengan cacat bawaan lahir setelah ibu mereka diberi obat penenang, thalidomide. Para periset di surat kabar berhasil menunjukkan bahwa risiko cacat bawaan telah dapat diramalkan (Karpf, 1988).
Kampanye juga bisa menjadi lebih populis secara terang‐terangan dan didesain untuk memenangkan para pembaca surat kabar, seperti kampanye Daily Mail’s menentang penggunaan kamera berkecepatan tinggi di Inggris di awal tahun 2000‐an. Kampanye ini menggambarkan penelitian terhadap pengurangan cedera sebagai sesuatu hal yang benar‐benar bercela dan malah mengundang kesinisan pembaca dengan caranya memfokuskan diri pada peningkatan pemasukan pemerintah dari denda melalui penggunaan kamera seperti ini, juga menyebabkan kekecewaan yang mendalam pada para ahli kesehatan masyarakat yang berusaha mengurangi cedera dan kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas.
Terima Kasih
Categories: Kebijakan Kesehatan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: