Home > Kesehatan Indonesia > KRITIK KESEHATAN PADA NEGARA

KRITIK KESEHATAN PADA NEGARA

Ketidakpuasan pada peran negara yang besar berlangsung selama 1980‐an dan mengarah pada penilaian ulang atas perannya yang sesuai dalam sektor pelayanan kesehatan. Hal ini terjadi dalam konteks resesi ekonomi dunia, meningkatkan utang pemerintah dan meningkatnya pengeluaran pemerintah. Pemerintahan konservatif meraih kekuasaan di AS dan Inggris yang mempertanyakan apa yang mereka lihat sebagai sektor publik yang menggembung dan tidak efisien melampaui area‐area penting di ekonomi. Reformasi yang meliputi pembebasan perdagangan, penjualan industri‐industri yang dimiliki negara, deregulasi sarana‐sarana dan industri swasta serta menekan pengeluaran publik diperkenalkan. Beranjak dari ketidakpuasan pada administrasi negara secara umum, yang sering dipandang tidak dekat, tidak demokratis, tidak responsif, tidak jelas dan bahkan korup, ide untuk mengurangi peran negara ke negara‐negara berpendapatan tinggi yang lain dan nanti ke negara‐negara berpendapatan menengah juga. Institusi keuangan internasional, seperti World Bank dan IMF, menekan pemerintah untuk mengurangi defisit mereka dan mengontrol pengeluaran masyarakat dengan menerapkan apa yang disebut ‘structural adjustment program’. Sebagai pengganti pinjaman‐pinjaman dan hibah‐hibah bertarget, pemerintah berjanji untuk mereformasi perekonomian mereka secara prinsipil dengan swastanisasi dan mengurangi keterlibatan dan tanggung jawab negara, khususnya dalam pemberian pelayanan.
Dekade ini ditandai dengan perubahan global yang berpihak pada pasar, dengan skeptisme bersama‐sama pada manfaat solidaritas sosial melalui tindakan pemerintah. Keruntuhan Uni Soviet lebih jauh menghilangkan kepercayaan pada ide perencanaan pusat, perekonomian yang dikendalikan negara. Anti negara, filosofi pro‐pasar dipromosikan diseluruh dunia oleh agen‐agen international dan yayasan ‐ yayasan swasta. Mereka, sering tepat, mengklaim bahwa sektor publik telalu sering menyediakan perlindungan daripada pelayanan, memberi pekerjaan daripada layanan dan jasa dan menggunakan kantor pemerintah untuk menjamin dukungan politik. Sebagai bukti, mereka memberi perlindungan kinerja buruk, mahal dan staf berlebihan dalam birokrasi, memberikan pelayanan yang kurang baik dengan fasilitas‐fasilitas buruk.
Tren ini digambarkan di sektor kesehatan dan mengarah ke gerakan reformasi sektor kesehatan (Roberts et al. 2004). Negara dianggap gagal menyediakan pelayanan bagi semua orang, malah menaikan tingkat pengeluaran. Tekanan politik menghasilkan pendanaan masyarakat pada pelayanan kesehatan yang tidak cost‐ effective, sedangkan pelayanan yang lebih cost‐efektif tidak tersedia. Tuntutan politik dari para elit ekonomi dan kepentingan pribadi birokrat kota menghasilkan alokasi sumber‐sumber daya yang tidak proporsional untuk fasilitas‐fasilitas tersier kota yang mengesampingkan pelayanan dasar bagi sebagian besar populasi. Manajemen yang buruk menurunkan tingkat efisiensi mereka dan menyebabkan masalah seperti kurangnya penyediaan obat‐obatan yang berkesinambungan. Di banyak negara miskin, sumber dana yang tidak mencukupi berarti peralatan yang buruk, tenaga kerja yang bergaji rendah, dan menetapkan mengarah pada kualitas pelayanan yang buruk. Para penyedia jasa publik sering meninggalkan pos‐pos mereka (kadang‐kadang bekerja praktek swasta yang ilegal), bermotivasi rendah, terlihat kurang tanggap dan memungut bayaran pada pasien untuk pelayanan yang dinyatakan gratis untuk semua oleh pemerintah. Orang‐orang yang memerlukan pelayanan yang dibiayai publik paling sering gagal mengaksesnya sedangkan mereka yang terhubung secara politis bisa mendapatkan subsidi negara ini. Banyak orang, termasuk orang miskin di negara‐negara paling miskin, pada kenyataannya sangat mengandalkan sektor swasta‐ pembayaran yang mengundang bencana.
Terima Kasih
Advertisements
Categories: Kesehatan Indonesia
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: