Home > Kebijakan Kesehatan > KONTRIBUSI BIROKRASI

KONTRIBUSI BIROKRASI

Para pejabat yang ditunjuk untuk menjalankan sistem pemerintahan disebut pegawai pemerintah atau pegawai negeri. Meski disebut sebagai ‘pegawai’ dari para politisi, peran mereka lebih dari sekedar bertugas untuk menjalankan proses kebijakan di banyak area kebijakan. Ada banyak sekali fungsi yang harus dilaksanakan oleh badan eksekutif, yang membuat mereka harus mendelegasikan sebagian dari tugas‐tugas tersebut pada para birokrat yang akan melaksanakan tugas‐tugas tersebut atas nama mereka. Pegawai pemerintah juga memiliki pengaruh karena keahlian, pengetahuan dan pengalaman mereka. Sementara para menteri dan pemerintahan terus berganti, sebagian besar birokrat tetap pada posisinya untuk menjaga kelangsungan sistem pemerintahan. Bahkan di negara‐negara seperti Amerika Serikat dan sebagian besar negara‐negara Amerika Latin yang pegawai pemerintah tingkat atasnya berganti ketika pemerintahan yang berkuasa juga berganti, sebagian besar tugas pegawai pemerintahnya tetap tidak terpengaruh. Di negara‐negara seperti Inggris, Selandia Baru dan Australia, terdapat tradisi yang kuat yang menyangkut kenetralan dan otonomi pegawai pemerintah dari para politisi. Pemerintahan dan para menteri yang baru jelas lebih tergantung pada para pejabatnya jika menyangkut informasi, meski hanya sampai mereka mengetahui apa yang terjadi dalam lingkungan kerja mereka dan mengetahui secara terperinci bagaimana sistem pemerintahan berjalan, namun mereka mungkin juga menjadi curiga pada para pejabat yang sampai saat itu telah bekerja pada pemerintah yang dipimpin oleh lawan politik mereka dan akan lebih enggan untuk menerima pandangan para pejabat tersebut mengenai pilihan‐pilihan kebijakan yang ada.
Kewenangan birokrasi yang berhadap‐hadapan dengan para politisi berbeda dari negara ke negara, dari waktu ke waktu dan dari sektor kebijakan satu ke sektor kebijakan lain. Di Korea, Jepang, Singapura dan Perancis, pegawai pemerintah memiliki status yang tinggi, etos profesionalitas yang netral dan tugas yang jelas untuk memberikan masukan‐masukannya sendiri pada politisi. Setelah masa pelatihan yang lama, pegawai pemerintah terbentuk menjadi kelompok yang berpengetahuan dan homogen dan akan berkarir panjang dalam pemerintahan.
Setelah melihat ke seluruh penjuru dunia, jelaslah bahwa negara‐negara seperti Korea yang memiliki birokrasi yang kuat adalah negara yang istimewa. Di banyak negara, khususnya negara-negara  dengan tingkat korupsi tinggi, upah yang rendah dan kurangnya infrastruktur, birokrasi seringkali tidak mampu untuk menangani masalah‐masalah yang dihadapi oleh negara. Dalam situasi seperti ini, badan eksekutif dan para pendukung politiknya cenderung untuk menggunakan mekanisme dan kebijakan pemerintah untuk mengejar kepentingan mereka sendiri,dengan mengorbankan kebutuhan dan kesejahteraan sebagian besar rakyat. Dengan kata lain, mereka tidak memiliki dua ciri otonomi dan kapasitas yang telah dibahas pada artikel sebelumya.
Bahkan di negara‐negara yang pegawai pemerintahnya jauh lebih siap, dalam satu sektor tertentu kewenangan birokrasi tergantung pada pengorganisasian internal mereka,. Jadi, apabila dalam sektor kesehatan ada sejumlah kecil lembaga dan sejumlah kecil pejabat pada setiap lembaga tersebut yang memiliki wewenang untuk mengambil keputusan yang terlepas dari para politisi, birokrat akan cenderung untuk menjadi berpengaruh dalam kebijakan‐kebijakan kesehatan tertentu yang sedang diproses. Sebaliknya, apabila ada sejumlah besar lembaga yang masing‐masing memiliki wewenangnya sendiri, tidak ada kelompok pejabat mana pun yang akan memiliki pengaruh terhadap suatu pokok persoalan tertentu dan politisi kemungkinan akan memiliki pengaruh langsung yang lebih besar terhadap berbagai area kebijakan.
Serupa dengan hal ini, pengaruh pegawai pemerintah terhadap perumusan kebijakan juga tergantung pada sejauh mana mereka memiliki monopoli terhadap masukan‐masukan yang sampai ke para menteri. Jadi di Inggris, Australia, dan Selandia Baru yang secara tradisional pegawai pemerintahnya merupakan sumber pemberi masukan bagi para menteri, pemerintahnya telah bertindak untuk memperluas sumber‐sumber masukan bagi para menteri tersebut selama 25 tahun terakhir, contohnya, dengan cara mengembangkan unit‐unit kebijakan dan strategi dalam pemerintahan yang dijalankan oleh gabungan penasihat politik dan pegawai pemerintah yang dipilih sendiri, dan dengan membuka pos‐pos pegawai pemerintah bagi para pelamar dari luar. Dengan cara demikian, batasan antara layanan publik dan lingkaran politik, bersama‐sama dengan jalan‐jalan kehidupan lain seperti bisnis dan akademisi telah benar‐benar menjadi kabur, dan mereka yang bertugas di bidang politik telah bertambah dalam jumlah dan memiliki pengaruh yang lebih besar dalam proses pemerintahan. Akhirnya, pengaruh birokrasi tergantung pada jenis kebijakan yang sedang dibahas. Kebijakan‐kebijakan besar (contohnya, kebijakan ekonomi makro), dan/atau kebijakan‐kebijakan yang memiliki kepentingan ideologis dan bernilai tinggi (yaitu, kebijakan‐kebijakan ‘tingkat tinggi’) lebih sering dikendalikan oleh para politisi senior. Apabila layanan publik berlawanan arah dengan kebijakan, maka, apabila pemerintah yang menang, sesuai dengan definisinya, menteri akan mengambil alih kepemimpinan dan peran peran pegawai pemerintah hanya akan terbatas untuk memastikan bahwa keinginan‐keinginan pemerintah dapat dilaksanakan. Sebaliknya, pada pokok-pokok persoalan ‘kebijakan tingkat rendah’ – yang berhubungan dengan tugas‐tugas keseharian lembaga‐lembaga tertentu – pegawai pemerintah cenderung untuk memiliki pengaruh yang lebih besar dalam membentuk pokok persoalan dan menawarkan pemecahannya.
Terima Kasih
Categories: Kebijakan Kesehatan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: