Home > Kebijakan Kesehatan > INTEREST GROUP DAN CIVIL SOCIETY GROUP

INTEREST GROUP DAN CIVIL SOCIETY GROUP

Interest group merupakan istilah lain dari pressure group. Meskipun terdapat berbagai definisi interest group, sebagian besar penulis lebih setuju dengan pengertian di bawah ini :
‐ Sukarela orang atau organisasi memilih untuk bergabung dengan mereka 
‐ Bertujuan untuk memperoleh beberapa tujuan yang diinginkan
‐ Tidak berusaha untuk menginfiltrasi proses pembuatan keputusan sampai menjadi bagian dari proses pemerintah formal Tidak seperti partai politk yang juga sukarela dan berorientasi tujuan, pressure group tidak berencana untuk mengambil alih kekuasaan politik formal. Kadang kala pressure group berevolusi menjadi partai politik dan kemudian menjadi terlibat dalam pembuatan keputusan dalam pemerintah seperti German Green Party yang pada awalnya adalah pressure group lingkungan, dan sebagian besar mengelola hal di luar pemerintah, meskipun beberapa diantaranya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan pemerintah (seperti yang akan pembaca temukan dalam pembahasan policy community di bawah ini).
Saat ini sangat umum untuk menjelaskan bahwa interest group terdapat dalam civil society, yang berarti bahwa mereka terdapat dalam bagian dari masyarakat yang berdiri di antara ruang pribadi seperti keluarga atau rumah tanga dengan ruang publik yakni pemerintah. Olah karena itu istilah civil society group kadang digunakan sebagai sinonim dari interest group, meskipun isu kebijakan publik dapat sebagai pelengkap dalam mengidentifikasi beberapa civil society group (seperti klub olahraga akan sangat jarang mengambil posisi dalam isu kebijakan publik apabila berisiko bertabrakan dengan kegiatan olahraga mereka, sementara kelompok lainnya selalu berada dalam mode kampanye). Akhirnya tidak semua civil society group adalah interest group. Organisasi civil society mewakili rentang organisasi yang lebih luas.
LSM membentuk bagian yang paling familiar dari civil society. Istilah LSM awalnya merujuk pada setiap organisasi non‐profit di luar pemerintah, namun akhir‐akhir ini digunakan dengan makna lebih spesifik yakni organisasi yang relatif terstruktur dengan sebuah pusat dan memperlakukan staf yang bekerja di lapangan sebagai klien advokasi atau pemberian layanan, dan pada banyak kasus menyediakan pelayanan yang mungkin disediakan langsung oleh pemerintah pada tingkat yang lebih dini. Banyak LSM menahan keinginan mempengaruhi kebijakan publik dan dapat juga sebagai pressure group. Biasanya civil society group memiliki konotasi positif, yang dampaknya adalah kelompok tersebut menjadi simbol dari masyarakat yang bersemangat, sehat dan tidak berkewenangan, dan bagi seorang politikus atau pegawai pemerintah menyebut sebuah organisasi sebagai pressure group kadang dapat berarti lebih sempit, dengan sudut pandang yang tidak berimbang, ilegitimasi, atau bahkan menjadi gangguan. Namun tidak semua civil society group baik untuk masyarakat. Sebagai contoh geng kriminal yang terorganisir adalah bagian dari civil society.
Jika tidak semua civil society group dapat dipandang sebagai interest group, maka terdapat juga beberapa debat mengenai apakah akurat untuk menyebut seluruh interest group sebagai civil society group. Beberapa penulis memisahkan interest group yang berkaitan dengan aktifitas pasar (contoh organisasi ekonomi seperti asosiasi perdagangan) dari civil society, dengan alasan bahwa civil society berada diantara negara dan pasar: sebuah zona penyangga yang cukup kuat untuk mengawasi negara dan pasar, yang dapat menjaga kedua hal tersebut dari menjadi terlalu berkuasa dan terlalu mendominasi (Giddens, 2001). Gambar 6.1 digambar dari perspektif tadi. Oleh karena itu civil society dianggap berada dalam ruang sosial yang tidak dikuasai oleh keluarga/rumah tangga, negara maupun pasar.
Interest group dapat menjadi sebuah kelompok orang yang peduli terhadap isu tertentu dengan organisasi yang tidak formal atau kurang formal. Apabila banyak kelompok seperti itu terlibat dalam isu yang sama, maka para sosiolog menamainya social movement. Sebagai contoh, serangkaian protes populer dari British Labor terhadap kebijakan Pemerintah Inggris dalam intervensi militer di Irak pada tahun 2003 dan 2004 adalah orang‐orang yang terkait secara spontan dan lepas untuk melawan arah kebijakan pemerintah. Social movement ini memiliki organisasi minimal dan menjadi terkoordinasi dalam jumlah besar dengan serangkaian SMS antar handphone.
Dengan berkembangnya gerakan anti perang ini menjadi lebih formal dalam strukturnya, maka kelompok ini memiliki kemungkinan untuk terpecah menjadi beberapa pressure group yang berbeda dengan tujuan yang berbeda pula.
Jenis interest group yang berbeda 
Ilmuwan politik mengklasifikasikan keberagaman interest group yang sangat luas menjadi sejumlah jenis analisis. Mungkin pembedaan yang paling penting adalah antara sectional group yang tujuan utamanya adalah melindungi dan meningkatkan kepentingan anggota mereka dan/atau bagian masyarakat yang mereka wakili; dan cause group yang tujuan utamanya adalah mempromosikan isu atau prinsip tertentu dan keanggotaannya terbuka bagi siapa saja yang mendukung prinsip itu tanpa harus mendapatkan apapun secara personal jika prinsip itu berhasil. Contoh dari sectional interest group termasuk serikat dagang, asosiasi pekerja dan badan yang mewakili profesi tertentu. Contoh dari cause interest group adalah kelompok kampanye dalam isu aborsi, hak asasi manusia, lingkungan dan konservasi. Sectional group cenderung untuk mewakili kepentingan produsen (seperti perawat, dokter dan lain‐lain) dan cause group cenderung untuk mewakili kepentingan konsumen (seperti kampanye organisasi untuk orang yang menderita penyakit tertentu, atau untuk hak pasien secara umum) meskipun begitu pembedaan ini hendaknya tidak terlalu dibesar‐besarkan. Sebagai contoh, sebuah organisasi yang mewakili orang cacat dapat disebut sectional group dan cause group. Mereka mempromosikan sebuah prinsip yaitu meningkatkan posisi orang cacat dalam masyarakat, dan juga mewakili kepentingan mereka sendiri untuk menjadi bagian dari masyrakat penderita cacat. Kadang kala sectional group dapat menarik pendukung yang peduli terhadap prinsip yang mendasari hal itu dan tidak memiliki kepentingan pribadi dalam isu tersebut. Sebagai contoh libertarian dapat bergabung dengan sectional group yang mendukung perlindungan terhadap kebebasan individu untuk merokok di tempat umum bukan karena mereka ingin merokok, tapi karena mereka percaya bahwa negara hendaknya tidak campur tangan dalam kebebasan individu kecuali dalam keadaan yang sangat ekstrim.
Sectional group
Sectional group biasanya mampu untuk tawar‐menawar dengan pemerintah karena mereka menyediakan peran produktif tertentu dalam ekonomi. Pengaruh mereka dengan pemerintah sangat tergantung pada seberapa penting negara memikirkan peran ini. Kadang kala mereka menantang kebijakan pemerintah, jika mereka tidak suka dengan apa yang diajukan oleh pemerintah. Sebagai contoh, serikat dagang yang terorganisir dengan baik, terutama dalam sektor publik, dapat membujuk anggota mereka memecat pekerja mereka, yang dapat mengancam ekonomi dan reputasi pemerintah, begitu pula apabila mereka menarik dukungan finansial terhadap partai politik tertentu (kebanyakan adalah partai politik berhaluan kiri). Terang saja kekuasaan interest group seperti serikat dagang tergantung pada faktor‐faktor seperti struktur ekonomi (seperti sejumlah besar pekerja dalam perusahaan kecil jauh lebih sulit untuk mengorganisir dibandingkan dengan sejumlah kecil orang dalam perusahaan besar), struktur tawar menawar upah (kekuasaan serikat umumnya lebih kecil dalam sistem yang tidak terpusat daripada sistem yang terpusat), jumlah serikat, yang disatukan oleh idiologi dan seberapa baik pendanaan mereka. Media dapat dianggap sebagai bentuk khusus dari sectional interest dengan peran penting tertentu dalam agenda seperti menjual layanan mereka untuk memaksimalkan keuntungan.
Pada sebagian besar sektor kebijakan, termasuk kesehatan, interest group produsen cenderung untuk memiliki kontak yang lebih dekat dengan pemerintah dan memiliki pengaruh yang sangat kuat, sedangkan kelompok konsumen cenderung memiliki pengaruh yang lebih lemah karena kerja sama mereka kurang penting terhadap implementasi kebijakan. Dalam kebijakan kesehatan, profesi medis dianggap sebagai penguasaan posisi dominan dan bukan hanya mengendalikan pemberian pelayanan kesehatan (terutama mereka yang diberi izin untuk menangani tugas tertentu), namun juga dalam membentuk kebijakan kesehatan publik. Di negara‐negara barat, para dokter mengendalikan dan mengatur pelatihan mereka dan kerja klinik sehari‐hari mereka. Lingkup praktik dari pekerja kesehatan lainnya seperti perawat tergantung pada izin sang dokter dan peran mereka tampak sebagai pendukung dokter dan bukannya bekerja secara independen. Dalam pandangan publik, profesi medis tampak sebagai sumber nasihat yang paling otoritatif dalam masalah yang berkaitan dengan kesehatan, baik dalam level individu, komunitas dan nasional. Sistem pelayanan kesehatan cenderung untuk dikelola secara berbeda dengan preferensi interest group medis (seperti sistem pelunasan dalam sistem publik yang mencerminkan sistem fee‐forservice dalam praktik swasta). Namun sejak tahun 1980‐an terdapat tantangan jangka panjang yang signifikan terhadap status istimewa profesi kesehatan.
Terima Kasih
Categories: Kebijakan Kesehatan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: