Home > Manajemen Kesehatan > MANAJEMEN PUSKESMAS

MANAJEMEN PUSKESMAS

Puskesmas adalah suatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangun kesehatan, pusat pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan serta pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah tertentu (Azwar, 1996).
Puskesmas merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang amat penting di Indonesia dan ujung tombak sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Bentuk pelayanan kesehatan yang diberikan di Puskesmas bersifat menyeluruh (comprehensive health care service), yaitu pelayanan kesehatan yang meliputi aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Prioritas pelayanan yang dikembangkan oleh Puskesmas lebih diarahkan ke bentuk pelayanan kesehatan dasar (basic health care services) yang lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif (Muninjaya, 1999).
Meurut Azwar (1996), pengelolaan program kerja Puskesmas berpedoman pada empat asas pokok, yaitu :
1. Asas pertanggungjawaban wilayah, artinya Puskesmas harus bertanggungjawab atas semua masalah kesehatan yang terjadi di wilayah kerjanya.
2. Asas peran serta masyarakat, artinya dalam menyelenggarakan program kerjanya Puskesmas harus berupaya melibatkan masyarakat.
3. Asas keterpaduan, artinya Puskesmas berupaya memadukan kegiatan bukan saja dengan progtam kesehatan lain (lintas program) tetapi dengan program dari sektor lain (lintas sektoral).
4. Asas rujukan, artinya jika tidak mampu menangani masalah kesehatan harus merujuknya ke sarana kesehatan yang lebih mampu.
Dokter di Puskesmas mempunyai 3 peranan, yaitu sebagai manajer yang bertugas untuk melaksanakan fungsi manajemen, sebagai medicus practicus dan petugas kesehatan masyarakat (public health woker) (Muninjaya, 1999). Sebagai seoarang manajer, Kepala Puskesmas perlu melakukan pembagian tugas bersama stafnya sesuai dengan jenis dan jumlah tenaga kerja, serta kegiatan yang perlu dilakukan, sehingga terjadi pembagian
tugas yang merata antara tenaga-tenaga Puskesmas.
Di bidang ketenagaan ini masalah yang sering dihadapi oleh Puskesmas menurut Muninjaya (1999) adalah jumla tenaga yang terbatas, keterampilan yang masih rendah dan kualifikasi staf yang tersedia juga tidak sesuai. Puskesmas dengan jumlah tenaga yang masih terbatas menganut sistem kerja integratif, dimana masing-masing staf paramedis diberikan satu tugas pokok dan tugas tambahan lain. Pimpinan Puskesmas perlu menerapkan prinsip-prinsip manajemen di Puskesmas agar usha pokok Puskesmas dapat berjalan secara efisien, efektif, produktif dan berkualitas. Manajemen bermanfaat untuk membantu para pelaksana program agar programnya dapat dilaksanakan lebih efektif dan efisien.


Categories: Manajemen Kesehatan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: