Home > Manajemen Kesehatan > MANAJEMEN DAN MANAJEMEN KESEHATAN

MANAJEMEN DAN MANAJEMEN KESEHATAN

Manajemen adalah ilmu terapan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu manager memecahkan masalah organisasi. Menurut Koontz dan O’Donnel (1996), managemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Manager mengadakan koordinisai atas sejumlah aktivitas orang lain yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengarahan dan pengendalian. Atas dasar pemikiran tersebut manajemen dapat diterapkan di bidang kesehatan untuk memecahkan masalah program dan masalah kesehatan masyarakat. Unsur-unsur managemen yang banyak dikenal di masyarakat disebut 4 M, yaitu manusia (man), uang (money), sarana (material) dan metoda (method) untuk organisasi yang tidak mencari keuntungan, serta 6 M, yaitu manusia (man), uang (money), sarana (material), metoda (method), pasar (market) dan mesin (mechine) untuk organisasi yang mencari keuntungan (Anwar, 1996).
Dalam manajemen terjadi suatu rangkaian kegiatan yang sistematis. Masingmasing bentuk kegiatan tersebut merupakan fungsi manajemen dan diatur oleh manajer untuk merealisasikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Menurut Munijaya (1999), di dalam sebuah oraganisasi yang besar (mempunyai banyak staf dan divisi) keduduakn manajer dibedakab ke dalam tigatingkatan yaitu manajer tingkat tinggi (top level manager), manajer tingkat menengah (middle level manager) dan manajer tingkat bawah (low level manager). Atas dasar tiga tingkatan tersebut dapat dibedakan tiga jenis keterampilan manajerial (managerial skill), yaitu :
1. Keterampilan yang bersifat teknis (Technical Skill)

Keterampilan ini meliputi kemampuan untuk menggunakan pengetahuan, metoda, teknik atau peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas organisasi. Manajer tingkat bawah dituntut untuk lebih menguasai keterampilan ini dibandingkan dengan conseptual skill karena manajer ini langsung berhubungan dengan para pekerja atau memberi pelayanan langsung kepada konsumen (manajer operasional).
2. Keterampilan hubungan antar manusia (Human Relation Skill)
Keterampilan ini meliputi kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain, termasuk memotivasi dan menerapkan kepemimpinan yang efektif. Semua tingkatan manajer perlu mengembangkan keterampilan ini karena sumber daya manusia adalah sumber daya utama organisasi.
3. Keterampilan yang bersifat konsepsual (Conceptual Skill)
Keterampilan ini membutuhkan pengetahuan tentang keseluruhan organisasi yang dipimpinnya. Seorang manjer harus memahami kebijaksanaan pimpinan yang lebih tinggi dan yang bersifat strategis. Manajer puncak dituntut untuk menguasai keterampilan ini lebih banyak dibandingkan dengan manajer dibawahnya. Manajer mempunayi tugas-tugas tertentu dalam melakukan pekerjaannya. Menurut James A.F Stoner ada 8 macam tugas pokok yang harus dikerjakan oleh setiap manajer (Wahjosumidjo, 1994). Tugas-tugas pokok tersebut meliputi :
1) Tiap manajer mempunyai tanggung jawab untuk bekerja sama dengan orang lain
2) Manajer bertanggung jawab atas tugas-tugas serta kewajiban untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut sampai berhasil
3) Manajer harus berusaha menyesuaikan antara macam-macam tujuan dan kebutuhan dengan sumber-sumber yang terbatas oleh karena itu manajer harus mampu mengatur skala prioritas
4) Manajer harus berfikir secara analitis dan konseptual
5) Menajer adalah seorang penengah (mediator)
6) Manajer adalah seorang politisi
7) Manajer adalah diplomat
8) Manajer membuat berbagai macam keputusan

Untuk memudahkan pelaksanaannya fungsi manajemen sering disederhanakan menjadi empat macam yaitu : (Anwar, 1996)
1. Perencanaan (planning) yang didalamnya termasuk penyusunan anggaran belanja.
2. Pengorganisasian (organizing) yang didalamnya termasuk penyusunan staf.
3. Pelaksanaan (implementing) yang didalamnya termasuk pengarahan, pengkoordinasian, bimbingan, penggerakan dan pengawasan.
4. Penilaian (evaluation) yang didalamnya termasuk penyusunan laporan.
Tujuan umum manajemen kesehatan adalah untuk mencapai suatu keadaan sehat bagi individu dan kelompok masyarakat. Tujuan sehat yang ingin dicapai oleh organisasi kesehatan adalah peningkatan derajat kesehatan setinggi-tingginya. Administrasi kesehatan lebih tepat digolongkan ke dalam administrasi umum karena organisasi kesehatan lebih mementingkan pencapaian kesejahteraan masyarakat umum.

Penerapan manajemen kesehatan dilakukan di masing-masing jajaran organisasi kesehatan , salah satunya adalah Puskesmas. Puskesmas adalah suatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan, pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan, serta pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah tertentu (Azwar, 1996).


Categories: Manajemen Kesehatan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: