Home > Parasitologi Lingkungan > SERANGGA PENGGANGGU DI LINGKUNGAN PERKOTAAN

SERANGGA PENGGANGGU DI LINGKUNGAN PERKOTAAN

Nyamuk, kemungkinan sebagai serangga hama yang paling penting di daerah perkotaan Indonesia, khususnya di Pulau Jawa dan Bali. akam tetapi, lebih dari 2 dekade terakhir ini, kecoa, semut, tikus, lalat rumah, pinjal dan rayap, juga menunjukkan peningkatan dan penting untuk diperhatikan. Pada 1980, berdasarkan survei kesioner di Pulau Pinang, Malaysia, nyamuk adalah hama rumah tangga yang penyebarannya paling luas, tersebar dimana – mana. Penelitian yang lain dilakukan pada tahun 1995 dengan responden 800 rumah di pulau Penang, Malaysia menunjukkan bahwa ranking pada hama rumah tangga adalah hampir sama kecuali semut yang berubah pada posisi ketiga dalam kepentingannya sebagai serangga rumah tangga dalam jumlah dan kepentingannya.
Nyamuk adalah serangga umum dan menularkan beberapa macam penyakit pada manusia seperti malaria, filariasis dan demam berdarah. Di lingkungan perkotaan beberapa spesies nyamuk sangat penting artinya bagi kesehatan masyarakat seperti Ae. aegypti, Ae.albopictus dan Anopheles sp. Dua species aedes tersebut adalah vector DBD, berkembang biak sangat mudah khususnya di container buatan yang berisi air bersih pada umumnya dijumpai di daerah – daerah kumuh lingkungan perkotaan khususnya sesudah musim hujan. Di samping container buatan yang ditemukan di luar rumah, 2 species tersebut juga ditemukan berkembang biak pada perangkat semut (ant trap), vas bunga dan sebagainya.
Kecoa adalah jenis serangga primitive yang membutuhkan temperature yang hangat, makanan dan tempat perlindungan untuk hidup dan berkembang biak. Kebiasaan dari kecoa untuk melepaskan diri. Semut adalah jenis serangga yang mengganggu dan sangat dirasa potensial sebagai binatang tular penyakit. Di Malaysia spesies dari semut yang dianggap sangat berbahaya adalah semut berkepala besar (pheidole m) dan semut Pharaoh (Monomorium P). Semut pharaoh adalah jenis semut yang sangat mengganggu baik di rumah tangga, rumah sakit dan penyelia penyiapan makanan. Di dalam rumah sakit, se,ut ini sering kali menyebabkan iritasi pada kulit apabila mereka semua merayap di bawah perban dan di atas luka. Hal ini menyebabkan terjadinya penularan bakteri salmonella, pseudomonas dan staphylococcus. Selain itu, semut ini juga dapat mengkontaminasi peralatan steril operasi. Jenis – jenis semut yang lain, yang mana juga dianggap penting di malaysia adalah semut hantu, semut singapura, semut gila dan semut api tropis.
Binatang pengerat dapat merusak pintu, lantai atap dan dinding, apabila mereka melubangi dan mengkikisnya. Mereka juga dapat menghancurkan peralatan listrik, makanan ternak dan mengkontaminasi makanan linja dan air seni mereka. FAO melaporkan bahwa makanan yang sedianya diperuntukkan 200 juta orang, berhasil dirusak tiap tahunnya oleh binatang pengerat. Pengerat juga mampu menjadi reservoir wabah penyakit dan terutama penyakit tipus yang mendalam hal ini disebarkan oleh serangga tikus oriental. Serangga pengerat yang dianggap berbahaya di daerah perkotaan di Malaysia adalah tikus atap, tikus norwergia, tikus rumah dan tikus Bandicot.
Lalat mampu berkembang biak secara luas baik di limbah manusia maupun hewan pada lingkungan perkotaan sepanjang tahun, lalat musca telah menjadi masalah yang sangat mengganggu baik untuk pemilik rumah maupun pada penyelia industri makanan. Lalat jenis ini berkembang biak pada makanan basi dan sampah. Kebiasaan lalat yang menempel pada tempat – tempat yang kotor dan kemudian juga menempel pada makanan yang siap makan, berperan sebagai vector mekanis untuk beberapa penyakit melalui kontaminasi tubub seperti kolera tipus dan disentri. Jenis lalat lain yang sering dijumpai di daerah ini adalah lalat hijau dan lalat daging – blirik.
Rayap secara ekonomi sangat penting sebagai hama di perkotaan. Mereka makan dan mencerna kayu serta material yang lain yang mengandung lingo cellulose. Rayap dapat diklasifikasikan sebagai drywood, dampwood atau subterranean termites tergantung pada habitatnya. Rayap subterranean kemungkinan yang terpenting di antara kelompok karena menyebabkan kerusakan yang cukup tinggi pada kepemilikan alat – alat rumah tangga. Pada umumnya, di Amerika, 2 miliar US$ dihabiskan setiap tahunnya untuk pengendalian serangga rayap, terlepas dari 80 % diaplikasikan untuk pengendalian subterranean termite. Beberapa spesies termites yang dianggap berbahaya di Malaysia adalah subterranean termites Coptotermas gestroi dan Coptotermes curvignathus.
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: