Home > Pencemaran Lingkungan > LINGKUP DAN SEJARAH TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN

LINGKUP DAN SEJARAH TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN

Toksikologi lingkungan adalah ilmu yang mempelajari racun (toxicon : racun, logos : ilmu). Dalam kaitan dengan kesehatan toksikologi membahas pengaruh racun pada tubuh manusia. Toksikologi merupakan ilmu yang disusun berdasarkan dari berbagai ilmu antara lain ilmu kimia, biokimia, fisik, biologi, fisiologi, farmakologi, patologi dan kesehatan masyarakat. Dalam perkembangan selanjutnya Toksikologi terbagi menjadi banyak cabang (subdisiplin) ilmu yang mempelajari racun dengan tekanan bahasan pada aspek tertentu. Toksikologi klinik (Clinical Toxicology) membahas racun dan keracunan dengan tekanan pada aspek medikolegal sementara aspek lingkungan racun (pencemaran udara, air dan tanah, serta residu racun dalam rantai makanan) dibahas dalam Toksikologi Lingkungan (Environmental Toxicology). Racun dalam kaitannya dengan aspek pertahanan dan keamanan negara dibahas lebih rinci di dalam Toksikologi Perang (Warfare Toxicology). Toksikologi Medical (Medical Toxicology) membahas racun dari aspek cara kerja dan efeknya pada tubuh, diagnosis, preventif dan terapi keracunan.
Pengetahuan tentang racun sesungguhnya sudah ada sejak zaman dahulu tetapi belum tersusun secara sistematis menjadi suatu ilmu. Baru pada awal abad ke – 16 seorang ahli racun terkenal yang hidup pada tahun 1493 – 1541, Phillipus Aureolus Theophrastus Bombastus von Hohenheim Paracelcus (PATBH Paracelcus) memperkenalkan istilah toxicon (toxic agent) untuk zat (substansi) yang dalam jumlah kecil dapat mengganggu fungsi tubuh. Ia adalah orang pertama yang meletakkan dasar ilmu dalam mempelajari racun dan mengenalkan dalil sebagai berikut :
a). Percobaan pada hewan merupakan cara yang paling baik dalam mempelajari respon tubuh terhadap racun.
b). Efek suatu zat (kimia atau fisik) pada tubuh dapat merupakan efek terapi (bermanfaat) dan efek toksik (merugikan)
Paracelsus menyatakan bahwa all susbstances are poison, there is none that is not poison, the right dose deferentiates a poison from a remedy. Menurut saya pendapat itu menjadi lebih baik lagi jika disisipkan kata dan indikasi (and indication) sehingga kalimat itu menjadi all substance are poison, there is none that is poison, the right dose and indication deferentiate a poison and a remedy.
Selanjutnya, toksikologi modern diperkaya oleh Mattieu Joseph Orfilla (1787 – 1853). Ia merupakan orang pertama yang melakukan penelitian  secara sistematis tentang respon biologik anjing pada zat kimia tertentu. Ia memperkenalkan toksikologi sebagai ilmu yang memepelajari racun, ia mengembangkan analisis terhadap racun misalnya As (Arsen) dan meletakkan dasar toksikologi forensik. Toksikologi juga dikembangkan oleh ahli lain seperti Francois Magendie (1783 – 1855) yang meneliti efek striknin dan emetin. 
Categories: Pencemaran Lingkungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: