Home > Sanitasi Lingkungan > SANITASI TEMPAT – TEMPAT UMUM

SANITASI TEMPAT – TEMPAT UMUM

Permasalahan lingkungan makin hari semakin kompleks dan hal itu diantaranya dapat dilihat dari :
– bak-bak sampah

– lalu lintas/TRANSPORTASI

– pasar ========= ADKL DIY (2006-2007),     pasar Beringharjo == ngeri

– PKL ===== UGM, desember 2006 outbreak Hepatitis; Septiza (2007) PKL RSS & UGM= ngeri

– jalan kereta api

– jalan raya == DIY: Pb,SO2,HC,NOx,debu,bising; Bandung : Pb dalam daun & bunga

– bioskop

– dan sebagainya

Yang berada disekitar kita, maka akan nampak kerumitan yang amat sulit dipecahkan , maka itulah gambaran tentang sanitasi tempat tempat umum.

1.Sanitasi tempat-tempat umum (STTU) mempunyai pengertian kebersihan (Kondisi Saniter atau keadaan bersih/sehat) dari tempat-tempat umum.

2.Tempat-tempat umum = Public Space atau tempat public atau ruang public= adalah tempat atau ruangan yang diperuntukkan  masyarakat

Contoh :
–    Kolam renang
–    Pasar
–    Gedung bioskop
–    Lapangan sepakbola
–    Pantai
–    Jalan raya
–    Sekolah
–    Kampus perguruan tinggi
–    Gedung pernikahan
–    Panggung hiburan
–    Bandara
–    Pura
–    Terminal
–    Station Kereta Api
–    Dan sebagainya  

Masalah / penyebab  penurunan kualitas STTU :

–    Tidak ada SDM ============== tidak ada/kurang human resouces

–    Tidak ada teknologi  =========== belum/ tidak diterapkannya teknologi pengaturan STTU

o    Penginderaan jarak jauh

o    Simulasi tata ruang

o    Uji operasional

o    Maintenance

o    Follow up

–    Tidak ada dana =============== karena mengolah

–    Tata ruang buruk ================ Contoh Kota Jambi dengan pasar Angso Duo yang mana sungainya berada di tanah yang lebih tinggi dari pasar, sehingga bila musim hujan akan mudah banjir.
–    Tidak tertata dengan baik, misalkan : lalu-lintas di Yogyakarta amat padat sehingga polusi udara tinggi (Pb,CO,HC, NOx, SO2, debu), kecelakaan di jalanan tinggi, pendatang dari luar kota banyak sekali, 126 Perguruan Tinggi, Pohon-pohon banyak berkurang, pasar dan sekolah dan Bank tidak teratur  letaknya.
–    Tidak ada informasi/ pengetahuan======  ibu-ibu RT tidak diberitahu cara mengelola sampah RT, akhirnya sampah dibuang di TPS, lalu diambil oleh petugas dibawa ke TPA. Di TPA sampah hanya ditumpuk lalu dibakar atau dimakan ternak.
–    Tidak ada fasilitas============     Contoh sampah di TPA Piyungan hanya Landfill/hanya mengisikan dsampah ke tanah-tanah rendah/lobang.
–    Masyarakat pasif==========     Contoh di DKI sampah yang terambil sekitar 85%, sisanya (15%) tertinggal begitu saja.
–    Tidak ada lahan============    Contoh Kab.Sleman & Kota Yogyakarta & Kabupaten Bantul membuang sampahnya ke TPA Piyungan Kabupaten Bantul

Perbaikan STTU butuh :
Pajak ==== ada alokasi dana STTU ===== Aplikasi Teknologi STTU ======= STTU canggih
Investor ====== ada alokasi dana STTU  ===== Aplikasi Teknologi STTU == hasilkan energy/ uang/logam
Iuran RT  ======  idem =========   Teknologi rendah STTU ======= Polusi tinggi

Categories: Sanitasi Lingkungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: