Home > Pencemaran Lingkungan > PENANGANAN PENCEMARAN TANAH

PENANGANAN PENCEMARAN TANAH

Penanganan pestisida ialah dengan tidak menggunakannya. Cara ini terbaik hasilnya tetapi hama tanaman mengakibatkan hasil rpoduksi menurun. Cara yang dapat ditempuh ialah :

1. Pengaturan jenis tanaman dan waktu menanam

2. Memilih varietas tanaman yang tahan lama

3. Menggunakan musuh alami untuk hama

4. Mengunakan hormon serangga

5. Memanfaatkan daya tarik seks untuk serangga

6. Pemandulan (sterilisasi)

Disamping itu kita perlu cara lain :

1. Memahami kegunaan pestisida yang bersangkutan

2. Mengikuti petunjuk pemakaian

3. Mematuhi perizinan

4. Hati – hati dalam penyimpanan

5. Menggunakan alat – alat pelindung seperti masker, kacamata, pakaian

Pada dasarnya cara – cara yang ditempuh itu berlaku untuk bahan kimia, pupuk atau deterjen. Kehati – hatian pada pemakaian bahan – bahan ini perlu diperhatikan. Jangan sampai bahan – bahan itu tercecer, mengenai bahan manusia, atau mencemarkan lingkungan.

Penanganan sampah ialah mencegah timbulnya pencemaran. Misalnya dengan cara penimbunan (dumping) dengan maksud untuk menutupi rawa, jurang, lekukan tanah di tempat terbuka dan di laut. Cara ini mutah tetapi masih menimbulkan bau, kotor, penyakit, dan pencemaran. Cara kedua ialah pengisian tanah kesehatan (sanitary landfill) dengan mengisi tanah berlegok dan kemudian menutupnya dengan tanah ; pada cara ini diperlukan tanah yang luas. Diharapkan sampah tidak akan mencemari lagi karena ditimbun dan ditutup. Cara ketiga ialah dengan pencacahan (grinding). Limbah organik dimasukkan ke dalam alat pengiling sehingga menjadi kecil – kecil, dialirkan ke selokan, hanyut ke tempat pengolahan lebih lanjut. Cara keempat ialah pengkomposan (composting), yakni pengolahan limbah untuk memperoleh kompos untuk menyuburkan tanah. Mikroorganisme membantu menguraikan limbah organik menjadi anorganik pada suhu dan kelembaban udara yang sesuai dengan kehidupan mikroorganisme itu (bakteri, jamur). Cara kelima ialah pembakaran (incineration) dengan hasil gas dan resiu. Metode keenam ialah dengan pirolisis yakni mengolah limbah dengan proses dekomposisi senyawa kimia pada suhu tinggi dengn pembakaran tidak sempurna. Atau suatu proses peruraian kimia isomerisasi, deoksigenisasi, denitrogenisasi. Misalnya menjadi cairan, gas, dan padatan dari limbah asal selulosa. Persamaan reaksinya adalah :

3 C6H10O5 =========> 8H2O + 2 CO + CO2 + CH4 + H2 + C6H8O + 7 C

Pada cara tertentu maka gas CO dan H2O dengan tekanan tinggo dan menggunakan katalis dapat diubah menjadi CO2 dan H2

CO + H2O =======> CO2 + H2

Kedua gas ini dapat dijadikan bahan pada pembuatan gas metana (proses metanisasi) :

CO2 + 4H2 =======> CH4 + H2O

Dari sampah dapat pula dibuat biogas, yakni peruraian anaerob sampah dengan bantuan bakteri pengurai. Mula – mula sampah dijadikan asam organik oleh bakteri pembentuk asam.

(C6H12O6) =======> n C6H12O6 ======> 2n CH3CH2OH + 2nCO2 + E

selulosa                           glukosa                         etanol karbondioksida tenaga

2n CH3CH2OH + nCO2 ========> 2n CH3COOH + 2nCH4

2n CH3COOH ===============> 2n CH4 + 2n CO

Biogas ini tidak murni dan terdiri dari metana (65%), karbondioksida (30%), hidrogen sulfida (1%), dan sejumlah gas lain.

Selain menghasilkan gas, sampah dapat dibuat bahan bangunan. Hal ini sudah dikerjakan di Jepang dan Jerman. Sampah dapat juga menyuburkan kolam ikan. Hal ini karena sampah mengandung nutrisi untuk plankton. Plankton ini kemudian jadi makanan ikan. Hal ini terbukti di Bandung, India dan Pakistan.

Categories: Pencemaran Lingkungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: