Home > Kebijakan Lingkungan > STRATEGI DAN KEBIJAKSANAAN LINGKUNGAN

STRATEGI DAN KEBIJAKSANAAN LINGKUNGAN

Pemerintah dapat menggariskan strategi yang berkenaan dengan :
• Pemanfaatan sumber daya alam dan ini meliputi tataguna tanah, perikanan, satwa, kehutanan, barang tambang, energi dan suplai air.

•  Pengelolaan kualitas udara dan air, dan ini meliputi pengawasan polusi udara, polusi air, suara dan radiasi.

•  Kesehatan lingkungan yang meliputi materi beracun dan berbahaya, pengelolaan buangan padat dan penyakit yang erat hubungannya dengan lingkungan.

•    Bencana alam,

•    Pendidikan lingkungan dan informasi pada masyarakat.

Tujuan masing-masing strategi perlu diletakkan, kebijaksanaan perlu digariskan, serta program dan taktik perlu dilaksanakan. Lembaga pusat bertugas dan berwenang menggariskan ini semua dengan informasi yang diperolah dari daerah. Sayangnya lembaga daerah yang menangani masalah lingkungan ini masih belum terkoordinir dengan baik. Ada Lembaga Kesehatan Lingkungan dibwah Departemen Kesehatan, ada Kantor Pengawasan Lingkungan di bawah BKPMD dan lain-lain.  Pada tahun 1998 diciptakan BAPELDA. Selanjutnya perlu dikeluarkan buku tentang kualitas lingkungan yang berisi laporan  atau informasi tentang pelanggaran aturan atau pencemaran lingkungan di daerah dan di sektor perekonomian dan lain-lain, agar daerah dapat mencermati dan belajar dari pengalaman.

Hal-hal yang perlu mendapat perhatian kita semua dan wajib diikuti antara lain;

• Adalah tugas kita semua untuk menggariskan kebijaksanaan yang perlu ditempuh untuk mengurangi pencemaran yang terjadi di lingkungan kita.

•  Masyarakat pada umumnya harus ikut terlibat. Oleh karena itu lembaga-lembaga di lokal seperti Bapedalda harus aktif menanggapi keluhan masyarakat dan hal ini tidak boleh dirahasiakan. Kerahasiaan justru akan menimbulkan ledakan-ledakan protes seperti yang terjadi di negara maju.

• Informasi dan  penjelasan yang terarah akan menuntun masyarakat untuk melindungi diri sendiri dari pencemaran, oleh karena itu desentralisasi pada unit-unit lokal mutlak perlu.

• Pendidikan dan latihan bagi personalia unit lokal penting dan perlu untuk melengkapi mereka dengan pengetahuan tentang lingkungan, hubungan masyarakat dan lain-lain.

Berdasarkan analisis lingkungan hidup dewasa ini yang dilakukan oleh Bank Dunia, maka secara nasional Indonesia menentukan prioritas penanganan pada;

•    Persediaan air dan sanitasi

•    Pengelolaan sampah dan emisi kendaraan di perkotaan

•    Pengendalian pencemaran industri terutama di Jawa, dan

•    Pengelolaan konsesi hutan di luar Jawa

Sedangkan secara global, Indonesia memprioritaskan penanganan pada masalah;

•    Hujan asam

•    Pengurangan ozon

•    Pemanasan bumi / rumah kaca

•    Keanekaragaman hayati, dan

•    Konservasi hutan hujan tropis.

Bagaimanapun sulit dan kompleksitasnya, pengelolaan lingkungan hidup wajib dilaksanakan secara terpadu, melibatkan berbagai depertemen dan masyarakat rumah tangga dan bisnis. Yang penting adalahí bagaimana kita mengelola dengan baik sumberdaya lahan, ekositem dan kawasan yang dilindungi, hutan, air dan energi yang kita miliki sehingga terus dapat dimanfaatkan untuk pembangunan berkelanjutan. Pencemaran yang timbal dan kegiatan ekonomi di kota, di sektor industri dan sumber lain makin mengancam lingkungan hidup, sifatnya tidak pasti, penuh resiko dan penuh konflik. Kesiapan lembaga, SDM dan lain-lain sangat diperlukan, sehingga pendidikan, pelatihan, penyuluhan dan lain-lain perlu disiapkan.

Categories: Kebijakan Lingkungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: