Home > Pencemaran Lingkungan > DAMPAK SIKLON AKIBAT PERUBAHAN IKLIM

DAMPAK SIKLON AKIBAT PERUBAHAN IKLIM

Siklon (juga biasa disebut tropical cyclones) merupakan sistem cuaca bertekanan rendah di atas air laut yang hangat, umumnya di lokasi antara 30 derajat lintang utara dan 30 derajat lintang selatan. Selama 2 abad terakhir, siklon tropis sudah menelan hampir 2 juta korban meninggal dan mayoritas terjadi di wilayah Asia-Pasifik. Badai yang naik tiba – tiba akibat perbedaan tekanan dan angin permukaan di sepanjang pantai sebelum turun ke tempat tertentu dan menghancurkan rumah – rumah penduduk merupakan sumber malapetaka yang sering menimbulkan korban jiwa. Air tergenang yang luas akibat banjir memudahkan penularan penyakit infeksi, meningkatkan perkembangbiakan nyamuk yang menularkan penyakit. Siklon tropik merusak infrastruktur, dan menghambat laju pembangunan. Walaupun siklon telah mengakibatkan banyak kerusakan, ada pelbagai manfaat yang dihasilkan, misalnya membawa hujan ke daerah kering, memelihara keseimbangan suhu global dengan membawa udara tropik yang basah ke daerah dingin.

Adaptasi terhadap perubahan iklim bertujuan untuk mengatasi kerentanan terhadap aneka masalah yang timbul dari perubahan sistem alam dan sosial sebagai akibat kondisi iklim yang tidak lagi seperti masa lalu, ketika dinamika sistem – sistem tersebut dapat diprediksikan dengan lebih mudah. Beberapa keputusan untuk memilih cara adaptasi terhadap perubahan iklim bervariasi dari menanggung biaya apapun yang terjadi sampai meninggalkan lokasi yang kemungkinan mengalami dampak yang terlalu besar seperti :

1. Menanggung biaya akibat dampak perubahan iklim (tanpa melakukan tindakan apapun) mungkin menjadi pilihan yang tepat jika diketahui bahwa dampak tersebut ringan, atau mudah diatasi oleh sistem alam dan sosial yang terkena.

2. Menanggung bersama dan memberikan kompensasi terhadap kerugian yang diakibatkan oleh perubahan iklim.

3. Mencegah dampak atau memodifikasi lingkungan untuk menghindari atau memperkecil dampak yang mungkin timbul.

4. Mengembangkan alternatif – alternatif kegiatan atau sistem yang kemungkinan terkena dampak perubahan iklim.

Ada banyak macam kegiatan adaptasi yang sesuai dengan situasi, dalam hal waktu, lama, dan skala implementasi kegiatan tersebut. Pihak yang bertanggung jawab untuk merancangdan mengimplementasikan upaya adaptasi bisa sektor publik, lembaga swadaya masyarakat, dan mungkin pula pihak swasta dengan motif keuntungan.

Categories: Pencemaran Lingkungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: