Home > Kesehatan Lingkungan > INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGANNYA

INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGANNYA

Secara alamiah manusia berinteraksi dengan lingkungannya. Manusia bernapas dengan udara di sekitarnya setiap detik. Makanan manusia diambil dari sekitarnya, demikian pula minuman, pakaian, dan lain sebagainya. Tergantung dari taraf budayanya, manusia dapat sangat erat atau kurang erat hubungannya dengan lingkungan hidupnya.

Manusia yang primitif berhubungan secara erat dan langsung dengan banyak elemen di dalam lingkungan. Merekapun sangat terpengaruh oleh lingkungan hidupnya. Makanan mereka sangat tergantung pada jumlah yang tersedia di alam, oleh karenanya manusia primitif berpindah – pindah tempat tinggal sesuai dengan ketersediaan bahan makanan di dalam lingkungan sekitarnya. Hal ini disebabkan karena manusia tidak dapat secara langsung mendayagunakan energi matahari untuk mensintesa energi yang diperlukannya. Ketersediaan sumber energi bagi manusia tergantung sekali pada efisiensi konversi energi yang ada pada setiap tingkat trofis. Jumlah anggota kelompok yang dapat bertahan hidup sesuai pula dengan ketersediaan sumber energi tersebut serta kekuatan musuh alamnya. Dengan kemajuan budaya manusia mulai dapat melakukan modifikasi alam untuk memenuhi kebutuhannya, yakni dengan mulai bercocok tanam dan beternak.

Sebagai akibat pertambahan energi terjadi pertumbuhan penduduk, yang semakin lama semakin banyak. Hal ini terutama terlaksana karena berkembangnya teknologi di berbagai bidang, termasuk teknologi di bidang kedokteran seperti itemukannya vaksin, dan sebagainya. Pertumbuhan penduduk yang pesat menimbulkan tantangan yang dicoba diatasi dengan industrialisasi. Namun industrialisasi disamping mempercepat persediaan segala kebutuhan hidup manusia, juga memberi dampak negatif terhadap manusia akibat terjadinya pencemaran lingkungan.

Pencemaran udara yang menyebabkan 60 kematian dalam waktu tiga hari terjadi di Meuse River Valley, Belgia. Bencana semacam kemudian Amerika Serikat, Inggris, dan kemudian juga di Jepang dan lain – lain negara. Pencemaran air yang menimbulkan cacat bawaan pada bayi – bayi terjadi di Minamata Bay di Jepang. Keracunan makanan karena limbah industri di negara – negara maju, sedangkan di negara sedang berkembang seperti Indonesia, Pakistan, Afganistan dan lainnya baru mulai dilaporkan. Bencana karena obat yang menyebabkan cacat bawaan, Thalidomide, terjadi di banyak negara Eropa. Kebocoran – kebocoran peralatan di industri sering menyebabkan bencana seperti yang terjadi di Bhopal India, Chernobyl, Rusia dan sebagainya.

Atas dasar kejadian – kejadian sejenis tersebut orang mulai mempelajari ekosistem dengan siklus – siklus geobiokimianya ; semua unsur di alam ini mengalami siklus yang dapat berjalan cepat atau lambat, tergantung dari sifat unsur masing – masing. Sesuai dengan perkembangan budaya masyarakat, terdapat masalah kesehatan lingkungan, angka penyakit, angka kematian, dan kesehatan yang setara budaya tersebut. Semuanya ini ditentukan oleh interaksi manusia dengan lingkungannya.

Categories: Kesehatan Lingkungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: