Home > Kesehatan Lingkungan > LINGKUNGAN PRENATAL

LINGKUNGAN PRENATAL

Lingkungan prenatal ialah lingkungan manusia sebelum lahir ataupun lingkungan embrio / janin yang ada di dalam kandungan ibu. Hal ini penting untuk diutarakan di dalam artikel ini dalam rangka pembinaan sumber daya manusia.

Berbagai alasan bagi pembahasan lingkungan prenatal adalah sebagai berikut :

1. Anak – anak yang akan dilahirkan merupakan generasi penerus bangsa, oleh karenanya perlu ditingkatkan kualitasnya.

2. Kesehatan anak sangat dipengaruhi oleh kesehatan embrio / janin sewaktu masih di dalam kandungan.

3. Kesehatan embrio / janin sangat dipengaruhi oleh kesehatan ibu serta lingkungan ibunya.

4. Investasi yang ditaruh pada janin cukup besar, sehingga perlu dipelihara kesehatannya. Bayi yang dilahirkan diharapkan dapat menjadi orang yang produktif sehingga mampu mengembalikan investasi yang ditaruh padanya.

5. Kesehatan merupakan syarat utama bagi peningkatan produktivitas, dan produktivitas merupakan prasyarat utama bagi tercapainya tujuan pembangunan.

Lingkungan prenatal terdiri atas beberapa bagian sebagai berikut :

1. Lingkungan matro atau Lingkungan ibu atau Lingkungan postnatal

2. Lingkungan embrio / janin yang selanjutnya dibagi lagi menjadi dua bagian :

a. Lingkungan makro (tubuh ibu)

b. Lingkungan mikro (rahim ibu beserta isinya)

Secara alamiah embrio / janin mendapat perlindungan dari ibu dalam berbagai aspek, oleh karenanya lingkungan prenatal relatif lebih baik daripada lingkungan postnatal, namun demikian masih terdapat banyak faktor – faktor digenik yang perlu diperhatikan.

Lingkungan mikro terdiri atas otot – otot rahim, plasenta, cairan amnion, janin lain pada kehamilan kemar, dan lain – lainnya. Lingkungan mikro ini melidungi embrio (0-2 bulan), dan janin (3-9 bulan) dari berbagai faktor disgenik seperti tekanan mekanis, bakteri patogen, dan lain – lainnya.

Plasenta berbentuk diskoid, berdiameter 15 – 20 cm, tebalnya antara 2 – 3 cm, dan beratnya rata – rata adalah 500 gram. Plasenta mempunyai dua fungsi utama, yakni (1) mebuat hormon – hormon sehingga lapisan endometrium rahim tetap baik untuk perkembangan embrio / janin, dan (2) merupakan media transfer berbagai zat dari ibu ke anak dan sebaliknya. Segala keperluan nutrisi anak diambil dari ibu dan disalurkan ke anak melalui plasenta. Makanan yang didapat anak dari ibu adalah makanan yang siap pakai, sehingga anak tidak perlu melakukan pencernaan, karena pada fase ini saluran pencernaan anak belum berfungsi. Begitu pula keperluan akan oksigen untuk pernapasan. Plasenta juga berfungsi untuk menyalurkan berbagai jenis buangan anak, baik yang berbentuk cair maupun gas. Plasenta juga berfungsi sebagai barrier terhadap berbagai zat dan fungsi ini tergantung premeabilitasnya.

Sampai disini dulu pembahasan tentang lingkungan prenatal, untuk artikel selanjutnya akan dibahas lebih mendalam tentang lingkungan makro dan mikro dari lingkungan prenatal.

Categories: Kesehatan Lingkungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: