Home > Kesehatan Lingkungan > BERDANDAN YANG RAMAH LINGKUNGAN

BERDANDAN YANG RAMAH LINGKUNGAN

Menjadi seorang fashionita bukan berarti kita lantas melupakan lingkungan. Apalagi etika peduli lingkungan saat ini telah menjadi tren yang berkembang di berbagai belahan dunia. Tidak hanya kalangan biasa yang mulai melirik etika lingkungan, kalangan artispun ikut melirik isu lingkungan sebagai bagian dari hidup mereka. Dalam dunia fashion, beberapa produk busana ramah lingkungan sedang menjadi tren. Beberapa artis bahkan bekerja sama dengan para perancang busana untuk menciptakan produk – produk busana yang berorientasi hijau. Baru – baru ini aktris Hollywood Emma Watson bekerja sama dengan Alberta Ferreti membuat 5 model busana yang ramah lingkungan. Pakaian tersebut khusus dibuat dengan tangan dan diproduksi di Afrika memakai bahan katun organik dan wol domba. Demam busana ramah lingkungan juga mulai merambah perusahaan besar pembuat pakaian jadi. Produsen produk jeans terkemuka Levi’s, misalnya tahun lalu perusahaan ini memperkenalkan produk blue jeans yang terbuat dari bahan katun biologis. Katun tersebut diproduksi di perkebunan kapas yang menggunakan lebih sedikit bahan kimia dalam proses tanamnya. Salah satu produsen pakaian olahraga yang terkemuka juga mulai mempelopori pakaian berbahan daur ulang, yakni dengan mendaur ulang botol plastik menjadi poliester. Salah satu produknya kemudian dipakai menjadi bahan pembuat kostum pemain beberapa negara peserta Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan Tahun Lalu.

Sebenarnya ada banyak sekali bahan serat pakaian yang ramah lingkungan dibanding katun dan poliester. Dewasa ini sedang dikembangkan bahan kain dari serat bambu. Bambu termasuk tanaman yang yang sangat mudah dibudidayakan sehingga pemakaian bambu dipandang lebih ramah lingkungan. Serat bambu juga bisa ditenun dan digabung dengan serat katun. Penggabungan dua bahan alami ini memberi manfaat yang lebih besar karena serat bambu mempermudah penemuan dan membuat bentuk jadi lebih stabil. Serat bambu juga bisa digabung dengan wol dan menghasilkan bahan kain yang lembut di tangan, nyaman dan sejuk. Jepang dan China merupakan dua negara yang sedang aktif mengembangkan sebagai bahan pembuat pakaian. Prouk ini nantinya diharapkan bisa dipakai di hampir seluruh jenis tekstil, mulai dari pakaian bayi, seprai sampai pakaian musim panas.

Sebuah busana tau produk tekstil dapat disebut ramah lingkungan tidak hanya dilihat dari bahan pembuatnya. Perhatikan pula dengan cermat kondisi – kondisi lain yang menyertai proses pemuatan bahan tekstil tersebut, misalnya, apakah pabrik pembuatnya tidak memperkerjakan uruh anak – anak, tidak menggunakan bahan kimia, mesin produksinya berbahan bakar energi terbarukan atau tidak, dikirim melalui moda transportasi ramah lingkungan serta dikemas dengan kemasan nonplastik atau kemasan daur ulang. Poin – poin itu turut menjadi faktor penentu apakah sebuah produk bisa disebut produk yang ramah lingkungan atau tidak.

Selain etika lingkungan dalam hal memilih busana yang ramah lingkungan, hal kedua yang sering kita lupakan soal sudah ramah lingkungan atau belum adalah masalah kosmetik. Ya, wanita mana pun di dunia ini selalu ingin tampil secantik mungkin dalam penampilan hariannya. Maka muncullah beragam jenis kosmetik ntuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kosmetik merupakan produk kecantikan yang sudah digunakan sejak ribuan tahun lamanya.

Pada zaman dahulu, kosmetik dibuat dari bahan – bahan alami tanpa campuran apa pun. Namun, sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dewasa ini banyak kosmetik yang beralih dari bahan alami ke bahan kimia sintetik. Selain lebih murah, penggunaan bahan kimia diakui dapat memberikan hasil nyata pada kulit. Padahal, efek sampingnya juga besar. Penggunaan bahan kimia berbahaya pada kosmetik justru dapat menimbulkan alergi.

Bagi kaum wanita, penggunaan kosmetik bagaikan dua sisi matra uang. Di satu sisi, kosmetik dapat membuat penampilam lebih baik. Sementara di sisi yang lain kandungan senyawa kimianya berpotensi menimbulkan berbagai gangguan. Tidak hanya gangguan pada kulit luar tapi juga bisa menggangu fungsi hormon. Hal ini disebakan perusahaan kurang mempertimbangkan efek samping penggunaan produknya dan hanya mengejar keuntungan.

Untungnya saat ini dunia mulai menyadari bahaya penggunaan kosmetik dengan bahan kmia berlebihan. Dampakya bagi ligkungan ternyata besar sekali. Kosmetik jenis itu tidak hanya membahayakan penggunanya, namun proses pembuatan yang melibatkan begitu banyak bahan kimia juga berpotensi mencemari alam. Kesadaran inilah yang kemudian mendorong beberapa perusahaan kosmetik di seluruh dunia untuk mulai memperkenalkan green cosmetic, yaitu sejenis kosmetik yang dibuat dengan bahan alami sehingga lebih ramah lingkungan.

Beberapa produsen busana dan kosmetik sudah mulai meluncurkan produk baru mereka yang diklaim lebih lingkungan dalam pembuatannya. Tapi tentu saja masih banyak perusahaan lain yang belum memiliki kesadaran ini. Inilah yang harus menjadi bahan pertimbangan agar kita lebih dalam memilih produk yang kita inginkan. Berhati – hati saat memilih produk busana dan kosmetik, selain menjaga kesehatan anda, juga dapat membantu berkontribusi pada alam.

Categories: Kesehatan Lingkungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: