Home > Sanitasi Lingkungan > SANITASI SUSU SAPI

SANITASI SUSU SAPI

Sebagai sumber bahan makanan, susu termasuk dalam empat sehat lima sempurna yang terdiri atas protein, karbonhidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Manfaat susu sebagai bahan makanan manusia adalah bahwa proporsi zat – zat gizinya berada dalam perbandingan yang optimal sehingga mudah dicerna dan tidak bersisa, selain susu juga dapat diminum langsung tanpa dimasak dan harganya relatif lebih rumah. Kerugiannya adalah bahwa kadar vitamin C-nya rendah. Selain itu, susu juga dapat menyebabkan suatu penyakit yang biasa disebut sebagai milkborne disease (penyakit bawaan susu) karena perannya sebagai media penularan. Susu sapi merupakan bahan makanan yang baik untuk manusia dan juga untuk bakteri. Bakteri yang mengkontaminasi susu dalam waktu singkat akan berkembang biak mencapai jumlah yang banyak sehingga jumlah kasus infeksi dengan perantara susu (sapi) ini cukup tinggi, selain manusia juga memiliki daya resisten yang rendah. Dengan demikian, upaya sanitasi terhadap susu sapi merupakan salah satu upaya kesehatan lingkungan yang sangat penting.

Susu yang keluar dari kelenjar susu sapi sebenarnya sangat sedikit mengandung bakteri. Bakteri patogen yang biasa ditemukan dalam susu adalah golongan Mycobacterium Tuberculose type Bovine. Keberadaan bakteri lain dalam susu karena terjadinya kontaminasi susu dengan peralatan atau manusia yang mengidap penyakit.

Prinsip utama sanitasi susu sapi adalah mencegah terjadinya infeksi melalui susu sapi. Selain untuk mencegah infeksi, upaya sanitasi juga ditujukan untuk menjamin kebersihan susu sapi itu sendiri agar susu yang ada bersih dan bebas dari infeksi. Jumlah bakteri yang terdapat dalam susu sapi bergantung pada kesehatan dan kebersihan sapi perah, kebersihan personel atau pengelolanya, kebersihan sarana dan peralatan yang digunakan. Kesemuanya itu pada dasarnya ditujukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi pada susu.

Rasa dan bau susu sapi dapat dipenaruhi oleh bakteri. Namun, bau juga dapat muncul jika susu sapi didiamkan terlalu lama dalam kandang. Kegiatan dalam pengolahan susu sapi, antara lain :

1. Cara pengumpulan susu di kandang

2. Cara pengolahan atau sistem pengolahan susu sapi

3. Penjualan atau distribusi ke konsumen.

Terdapat beberapa faktor penting dalam upaya sanitasi terhadap susu sapi, diantaranya :

1. Sapi perahan harus sehat

2. Pegawai harus bersih dan sehat

3. Lingkungan perusahaan bersih

4. Buangan susu sapi harus terpisah

5. Alat – alat yang digunakan harus bersih

6. Alat pendingin susu yang baik

Hal – hal yang dilakukan dalam Sanitasi Susu Sapi adalah sebagai berikut :

1. Pasteurisasi Susu Sapi

Suatu upaya sanitasi yang dilakukan dengan cara memanaskan susu pada suhu tertentu dalam jangka waktu tertentu.

2. Pemeriksaan Susu Sapi

a. Pemeriksaan Bakteri

Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengunakan teknik total count terhadap bakteri yang dibiakkan dalam media agar atau menghitungnya langsung melalui mikroskop yang hasilnya dinyatakan berdasarkan jumlah bakteri / ml susu.

b. Pemeriksaan Kimia dan Pemeriksaan Fisik

Susu yang akan dikonsumsi harus menjalani pemeriksaan kimia dan fisik untuk memastikan terpenuhinya persyaratan kimia maupun fisik yang ada.

Categories: Sanitasi Lingkungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: