Home > Kebijakan Lingkungan > KESEHATAN MENTAL KEBIJAKAN DI INDONESIA

KESEHATAN MENTAL KEBIJAKAN DI INDONESIA

Harus diakui kesehatan mental adalah masalah kesehatan publik yang penting di Negara Indonesia. Namun, tidak diberikan prioritas yang layak pada kebijakan agenda dalam hal ini dan banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah lainnya. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menggambarkan isi dari kebijakan kesehatan mental dan proses perkembangannya di Indonesia.

Kondisi neuropsikiatri dari Indonesia merupakan peringkat ketujuh dalam kontribusi mereka terhadap beban penyakit di negara ini, setelah HIV / AIDS dan penyakit menular lainnya (Bradshaw et al. 2007). Beberapa 16,5% dari Indonesia melaporkan memiliki menderita gangguan mental yang umum seperti depresi, kecemasan dan penyalahgunaan zat pada tahun terakhir (Williams et al. 2007). Selain itu, proporsi yang sama tentang anak-anak dan remaja menderita gangguan mental (Kleintjes et al. 2006). Ada bukti muncul dari rendah dan menengah negara (LMICs) yang mental sakit-kesehatan sangat terkait dengan kemiskinan dan banyak aspek deprivasi sosial (Patel 2001; Saraceno et al. 2005; Flisher et al. 2007; Lund et al. 2007). Bukti menunjukkan bahwa berbagai intervensi yang efektif dalam mengobati dan mencegah gangguan mental di LMICs (Dunia Organisasi Kesehatan 2001; Patel et al. 2007). Namun, kesehatan mental tidak diberikan prioritas yang layak di Indonesia (Lund et al. 2008a) dan banyak lainnya LMICs (Saxena et al. 2007a).
Kebijakan kesehatan pembangunan pada umumnya telah dijelaskan sebagai kompleks, multi-level, terus menerus dan didorong, untuk berbagai derajat, oleh pemerintah, masyarakat, termasuk kelompok-kelompok kepentingan, dan asing lembaga (Walt dan Gilson 1994; De Vries dan Klazinga 2006; Hyder et al. 2007; Kelly 2008). Pengembangan kebijakan telah dianalisis dalam konteks sektor kesehatan reformasi (Walt dan Gilson 1994; Lloyd-Sherlock 2005), dan khusus pasca-konflik reformasi sektor kesehatan (De Vries dan Klazinga 2006; Hamid dan Everett 2007).Ada sejumlah kecil laporan kebijakan kesehatan mental analisis dalam LMICs (misalnya, Lee et al, 1998;. Alarcon dan Aguilar-Gaxiola 2000; Gureje dan Alem 2000; Lloyd-Sherlock 2005; Stockwell et al. 2005; De Vries dan Klazinga 2006; Hamid dan Everett 2007). Konteks reformasi sektor kesehatan mental bervariasi antar negara, tetapi sering termasuk tantangan deinstitutionalization, status prioritas rendah dari kesehatan mental dan kurangnya sumber daya terkait untuk perawatan kesehatan mental, terutama pada tingkat layanan kesehatan primer (Alarcon dan Aguilar-Gaxiola 2000; Gureje dan Alem 2000; World Health Organization 2005a).
Sebuah jumlah yang relatif kecil dari literatur ada di Indonesia kebijakan kesehatan secara umum (Gilson et al 2003; Blum et al 2007), dan bahkan kurang pada kebijakan kesehatan mental. Studi sebelumnya telah kesehatan mental yang terakhir penyediaan layanan di Indonesia (Flisher et al, 1998;. Lund et al, 2002;. Lund dan Flisher 2003; Dawes et al. 2004; Thom 2004), dan lain-lain telah membahas isu-isu kebijakan (Foster et al, 1997;. Freeman dan Pillay 1997).
Namun, tidak ada program – program yang berusaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai proses pengembangan kebijakan bagi kesehatan mental kesehatan, serta status isi dan saat ini kebijakan, sejauh itu tidak ada di Indonesia. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menggambarkan proses mental kebijakan kesehatan pembangunan dan isi dari kebijakan ini di Indonesia. Artikel ini ditulis sebagai bagian dari luas Studi internasional pengembangan kebijakan kesehatan mental dan implementasi di empat negara Asia : Indonesia, Thailand, Malaysia dan Filipina (Flisher et al 2007.).

 
Categories: Kebijakan Lingkungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: