Home > Kesehatan Lingkungan > STRATEGI PENGEMBANGAN LINGKUNGAN WISATA DANAU KELIMUTU

STRATEGI PENGEMBANGAN LINGKUNGAN WISATA DANAU KELIMUTU

Pariwisata menurut A.J. Burkart dan S. Medlik dalam Soekadijo (1997:3) adalah Perpindahan orang untuk sementara (dan) dalam jangka waktu pendek ke tujuan-tujuan diluar tempat di mana mereka biasanya hidup dan bekerja, dan kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal di tempat-tempat tujuan itu. Pariwisata merupakan salah satu industri baru yang mampu menyediakan pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam hal kesempatan kerja, pendapatan, taraf hidup dan dalam mengaktifkan sektor produksi lain di dalam negara penerima wisatawan. Pariwisata sebagai suatu industri yang kompleks, yang meliputi industri-industri lain seperti industri perhotelan, industri rumah makan, industri kerajinan/ cinderamata, industri perjalanan dan sebagainya.
Seperti yang tercantum dalam Instruksi Presiden No. 9 Tahun 1969 Bab II Pasal 2 dalam dalam Soekadijo (1997:26) berbunyi pembangunan pariwisata bertujuan untuk meningkatkan pendapatan devisa pada khususnya dan pendapatan negara dan masyarakat pada umumnya. Aspek ekonomis merupakan aspek yang dianggap penting dan mendapat perhatian paling besar dalam sektor pariwisata karena untuk mengadakan perjalanan orang mengeluarkan biaya, sedangkan bagi daerah yang dikunjungi wisatawan dapat menerima uang dari wisatawan tersebut melalui orangorang yang menyediakan angkutan, menyediakan bermacam-macam jasa, atraksi dan sebagainya. Keuntungan ekonomis ini merupakan salah satu dari tujuan pembangunan pariwisata.
Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang menyimpan banyak potensi alam baik daratan maupun lautan (pantai). Kondisi tanah yang subur menjadikan Indonesia sebagai pusat perhatian kelompok manusia untuk menetap dan mengembangkan usahanya masing-masing, sedangkan potensi perairan yang berupa lautan, pantai dan danau merupakan salah satu obyek wisata yang banyak digemari oleh wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Hal ini dapat dikarenakan Indonesia merupakan negara tropis, selain itu juga memilki laut tropis, pantai pasir yang putih bersih, dan air laut yang jernih membiru. dan keindahan danau yang dimiliki oleh Indonesia Sehingga banyak wisatawan mancanegara yang datang mengharapkan dapat menikmati udara segar dan keindahan pantai, selain itu juga untuk melakukan kegiatan olahraga air seperti selancar-air, ski-air, menyelam, dan sebagainya. Banyaknya wisatawan dengan intensitas tinggi yang berkunjung ke Indonesia, ini merupakan salah satu keuntungan yang dapat meningkatkan devisa untuk pembangunan bangsa dan negara. Namun di lain pihak, patut disadari bahwa pembangunan ekonomi umumnya dan perkembangan kepariwisataan khususnya, atas dasar pengalaman bukan hanya menghasilkan kemakmuran dan kemajuan akan tetapi juga dapat menimbulkan perubahan terhadap lingkungan dan sumber daya alam yang tidak diharapkan dan tidak diinginkan. Perubahan ini kadang muncul diluar rencana dan dapat mengejutkan kita semua, baik penduduk dan masyarakat setempat, maupun pemerintah di tingkat pusat dan daerah. Perubahan Lingkungan hidup dan sumber daya alam, diluar rencana inilah yang dikenal dengan istilah dampak lingkungan. Maka dari itu bagaimana agar sektor pariwisata di Indonesia khususnya obyek wisata pantai dan laut dapat berkembang dan menjadi obyek wisata unggulan dengan tidak merusak lingkungan/ ekosistem yang ada didalamnya.
Berdasarkan kebijakan pengembangan pariwisata Propinsi Nusa Tenggara Timur diketahui bahwa pendekatan pengembangan tata ruang kepariwisataan Nusa Tenggara Timur tidak lagi menerapkan batas administrasi sebagai pendekatan perencanaan. Paradigma ini dilandasi oleh pengalaman bahwa kegiatan pariwisata walaupun dikembangkan di tingkat kabupaten, akan tetapi faktor pendukung dan pengguna pariwisata bukan hanya masyarakat setempat. Hal ini lebih ditentukan oleh kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi obyek wisata, jenis atraksi dan kemudahan dalam pencapaian (aksesibilitas). Selama ini pariwisata di Danau baru dimasukkan kategori Wilayah Pariwisata Potensial (WPP) belum masuk dalam kategori Wilayah Pariwisata Unggulan (WPU). Wilayah Pariwisata Unggulan mempunyai tingkat potensi tinggi dan sudah teruji oleh pasar dan mampu memberikan dampak pembangunan secara cepat dan menyeluruh, sedangkan Wilayah Pariwisata Potensial (WPP) mempunyai tingkat potensi pengembangan tinggi, belum teruji pasar secara positif, dan dampak pembangunannya akan dirasakan dalam waktu yang lebih lama. Pembagian wilayah pengembangan pariwisata tersebut didasarkan pada tingkat dan daya tarik, kedekatan tema dan kedekatan geografis. Berdasarkan pembagian tersebut Kabupaten Ende termasuk dalam kategori WPP-F dengan wilayah Ende dan sekitarnya dengan basis pengembangan produk yaitu pengembangan kegiatan wisata alam dan agro.
Berdasarkan kebijakan pariwisata Kabupaten Ende bahwa pengembangan kepariwisataan Kabupaten Ende diarahkan pada tersedianya obyek wisata yang memadai yang didukung oleh pelaku pariwisata yang handal. Melalui pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisatawan serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata maupun pendapatan perkapita masyarakat. Visi dalam kebijakan pariwisata Kabupaten Ende yaitu Terwujudnya Masyarakat Yang tangguh, Berdaya Saing dan. Berkelanjutan di Bidang Kebudayaan dan Pariwisata., dengan adanya visi tersebut diharapkan dalam pengembangannya obyek wisata di Kabupaten Ende dapat dijadikan sebagai daerah tujuan wisata di Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Ende banyak memiliki obyek wisata yang cukup berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi obyek wisata unggulan, obyek wisata yang ada di Kabupaten Ende diantaranya yaitu Pantai Maukaro, Pantai Nanga Ombo, Pantai Nangaba, Pantai Bita, Pantai Nggela, Pantai Mbu’u,  Danau Kelimutu, Danau Tiwusora, Air Panas Detusuko, Air Panas Kombandaru, Air Terjun Murundaro,  Panas Bumi Mutubusa, Panas Bumi Lesugolo, dan lain -lain. Untuk pembagian wilayah pengembangan obyek wisata di Kabupaten Ende lebih jelasnya dapat dilihat pada perincian dibawah ini :
    * Obyek Wisata Pemandian Air Panas Detusoko Kecamatan Detusoko untuk wilayah Ende dengan pendukungnya
    * Obyek Wisata Danau Kelimutu Kecamatan Kelimutu untuk wilayah Ende
    * Obyek Wisata Pantai Nangaba Kecamatan Ende dan sekitarnya untuk wilayah Ende dengan fasilitas pendukungnya
    * dan lain – lain sebagainya
Obyek Wisata Danau Kelimutu merupakan obyek wisata Danau yang ada di Kabupaten Ende, terletak di Desa Koanara, Kecamatan Kelimutu yang berjarak + 55 Km dari Kota Ende. Obyek wisata ini sedang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Brebes yang dibangun sekitar tahun 2001, dan untuk saat ini keberadaannya dikelola oleh Kantor Pariwisata Kabupaten Brebes. Obyek Wisata Danau Kelimutu memiliki 3 kubangan yang besar – besar, dan masing – masing kunbangan memiliki warna yang berbeda – beda tiap tahunnya yang dilengkapi dengan bangunan pendopo. Selain itu juga obyek wisata ini juga dilengkapi dengan berbagai sarana dan fasilitas wisata untuk mendukung diantaranya yaitu toilet, kantor pengelola dan lain sebagainya. Obyek wisata ini bisa menjadi trip alternatif untuk wisata sepeda atau jalan-jalan karena mempunyai jalan yang cukup panjang baik meski agak mendaki, dan curam.
Strategi untuk pengembangan Objek Wisata Danau Kelimutu
Untuk pengembangan ini dilakukan pendekatan-pendekatan dengan organisasi pariwisata yang ada (pemerintah dan swasta) dan pihak-pihak terkait yang diharapkan dapat mendukung kelangsungan pembangunan pariwisata didaerah itu. Dalam hal ini kiranya dibutuhkan perumusan yang cermat dan diambil kata sepakat, apa yang menjadi kewajiban pihak pemerintah dan mana yang merupakan tanggung jawab pihak swasta, sehingga dalam pengembangan selanjutnya tidak terjadi penanggungan yang tumpang tindih yang bisa menimbulkan perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya, yang dapat dilihat dalam tahap – tahap tingkat-tingkat pengembangan pariwisata dibawah ini mengenai  :
Tingkat – tingkat Pengembangan Pariwisata :
    * PENGEMBANGAN PARIWISATA REGIONAL : Fisik dan program pengembangan atraksi, fasilitas pelayanan, transportasi, informasi-informasi untuk turis
    * PENINGKATAN PARTISIPASI : Peningkatan jumlah turis dan sejalan dengan melibatkan banyak aktivitas
    * PENINGKATAN PERMINTAAN : Menambah keinginan dan kemampuan untuk melakukan perjalanan wisata
    * MELUASKAN SUPPLAY : Memperluas kapasitas yang ada gedung-gedung, peningkatan jumlah pembangunan atau keduanya
    * MELUASKAN PASAR : Menambah kemampuan pariwisata, Memperbaiki kesan terhadap pariwisata, Pariwisata diberikan prioritas tinggi, Melibatkan banyak mobilitas, Pergerakan ketidakleluasaan sosial, Pergerakan ketidakleluasaan Pemerintah Mobilitas dari teman dan keluarga Pendekatan penduduk
    * PEMBANGUNAN SUMBER DAYA : Melimpahnya sumber daya alam, Melimpahnya sumber daya budaya, Berjalannya pelayanan masyarakat, Mudahnya jalan masuk, Reputasi bagi turis, Membangun kesan yang menyenangkan, Penerimaan turis lokal, Kontrol pemerintah yang baik, Tersedianya tanah, tenaga kerja, Manajemen dan finansial.
Pengembangan pariwisata ini mempunyai dampak positif maupun dampak negatif, maka diperlukan perencanaan untuk menekan sekecil mungkin dampak negatif yang ditimbulkan. James J. Spillane (1994: 51-62) menjelaskan mengenai dampak positif dan negatif dari pengembangan pariwisata.
Dampak positif, yang diambil dari pengembangan pariwisata meliputi :
    * Penciptaan lapangan kerja, dimana pada umumnya pariwisata merupakan industri padat karya dimana tenaga kerja tidak dapat digantikan dengan modal atau peralatan.
    * Sebagai sumber devisa asing
    * Pariwisata dan distribusi pembangunan spiritual, disini pariwisata secara wajar cenderung mendistribusikan pembangunan dari pusat industri kearah wilayah desa yang belum berkembang, bahkan pariwisata disadari dapat menjadi dasar pembangunan regional. Struktur perekonomian regional sangat penting untuk menyesuaikan dan menentukan dampak ekonomis dari pariwisata
Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan dengan adanya pengembangan pariwisata meliputi :
    * Pariwisata dan vulnerability ekonomi, karena di negara kecil dengan perekonomian terbuka, pariwisata menjadi sumber mudah kena serang atau luka (vulnerability), khususnya kalau negara tersebut sangat tergantung pada satu pasar asing.
    * Banyak kasus kebocoran sangat luas dan besar, khususnya kalau proyek-proyek pariwisata berskala besar dan diluar kapasitas perekonomian, seperti barang-barang impor, biaya promosi keluar negeri, tambahan pengeluaran untuk warga negara sebagai akibat dari penerimaan dan percontohan dari pariwisata dan lainnya.
    * Polarisasi spasial dari industri pariwisata dimana perusahaan besar mempunyai kemampuan untuk menerima sumber daya modal yang besar dari kelompok besar perbankan atau lembaga keuangan lain, Sedangkan perusahaan kecil harus tergantung dari pinjaman atau subsidi dari pemerintah dan tabungan pribadi. Hal ini menjadi hambatan dimana terjadi konflik aspasial antara perusahaan kecil dan perusahaan besar.
    * Sifat dari pekerjaan dalam industri pariwisata cenderung menerima gaji yang rendah, menjadi pekerjaan musiman, tidak ada serikat buruh.
    * Dampak industri pariwisata terhadap alokasi sumber daya ekonomi industri ini dapat menaikkan harga tanah dimana kenaikan harga tanah dapat menimbulkan kesulitan bagi penghuni daerah tersebut yang tidak bekerja disektor pariwisata yang ingin membangun rumah atau mendirikan bisnis disini.
    * Dampak terhadap lingkungan, bisa berupa polusi air atau udara, kekurangan air, keramaian lalu lintas dan kerusakan dari pemandangan alam yang tradisional.
Dalam bukunya Oka A. Yoeti (1997: 2-3), pengembangan pariwisata ini ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan yaitu :
    * Wisatawan (Tourist) : Harus diketahui karakteristik dari wisatawan, dari negara mana mereka datang, usia, hobi, dan pada musim apa mereka melakukan perjalanan.
    * Transportasi
      Harus dilakukan penelitian bagaimana fasilitas transportasi yang tersedia untuk membawa wisatawan ke daerah tujuan wisata yang dituju.
    * Atraksi/obyek wisata
      Bagaimana obyek wisata dan atraksi yang akan dijual, apakah memenuhi tiga syarat berikut, apa yang dapat dilihat, apa yang dilakukan dan apa yang dapat dibeli di DTW yang dikunjungi.

    * Fasilitas pelayanan
      Fasilitas apa saja yang tersedia di DTW tersebut, bagaimana akomodasi perhotelan yang ada, restoran, pelayanan umum seperti Bank/money changers, kantor pos, telepon/teleks di DTW yang akan dikunjungi wisatawan
    * Informasi dan promosi
      Diperlukan publikasi atau promosi, kapan iklan dipasang, kemana leaflets/ brosur disebarkan sehingga calon wisatawan mengetahui tiap paket wisata dan wisatawan cepat mengambil keputusan.
Dibawah ini akan dijelaskan bagaimana pelayanan kepada wisatawan dengan semua fasilitas yang memungkinkan untuk melakukan perjalanan wisata.
Wisatawan dan Fasilitas yang Diperlukan
    * Wisatawan : Domestik dan Mancanegara
    * Informasi dan Promosi : Iklan, Leaflout/Brosur dan Video
    * Biro Perjalanan
    * Trtansportasi : Laut, Udara, Darat dan Domestik
    * Objek dan Atraksi Wisata : Something to See, Something to Do, Something to Buy
Pengembangan pariwisata ini tidak lepas dari peran organisasi kepariwisataan pemerintah, seperti Dinas Pariwisata yang mempunyai  tugas dan wewenang serta kewajiban untuk mengembangkan dan memanfaatkan aset negara yang berupa obyek wisata. Sebagaimana suatu organisasi yang diberi wewenang dalam pengembangan pariwisata diwilayahnya, ia harus menjalankan kebijakan yang paling menguntungkan bagi daerah dan wilayahnya, karena fungsi dan tugas dari organisasi pariwisata pada umumnya :
    * Berusaha memberikan kepuasan kepada wisatawan kedaerahannya dengan segala fasilitas dan potensi yang dimilikinya.
    * Melakukan koordinasi diantara bermacam-macam usaha, lembaga, instansi dan jawatan yang ada dan bertujuan untuk mengembangkan industri pariwisata.
    * Mengusahakan memasyarakatkan pengertian pariwisata pada orang banyak, sehingga mereka mengetahui untung dan ruginya bila pariwisata dikembangkan sebagai suatu industri.
    * Mengadakan program riset yang bertujuan untuk memperbaiki produk wisata dan pengembangan produk-produk baru guna dapat menguasai pasaran diwaktu-waktu yang akan datang.
    * Menyediakan semua perlengkapan dan fasilitas untuk kegiatan pemasaran pariwisata, sehingga dapat diatur strategi pemasaran keseluruh wilayah.
    * Merumuskan kebijakan tentang pengembangan kepariwisataan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan secara teratur dan berencana. (Yoeti, 1997: 48)
Oleh karena itu peranan organisasi kepariwisataan pemerintah disini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan merupakan salah satu hal utama dalam pengembangan pariwisata disuatu daerah. Selain itu perlu pula disiapkan beberapa hal, seperti sumber daya yang ada, mempersiapkan masyarakatnya serta kesiapan sarana penunjang lainnya, karena bagaimanapun juga wisatawan menghendaki pelayanan yang memuaskan.
Pengembangan Obyek Wisata
Berdasarkan pengertian pengembangan dan obyek wisata diatas, pengembangan obyek wisata dapat diartikan usaha atau cara untuk membuat jadi lebih baik segala sesuatu yang dapat dilihat dan dinikmati oleh manusia sehingga semakin menimbulkan perasaan senang dengan demikian akan menarik wisatawan untuk berkunjung. Gamal Suwantoro (1997: 57) menulis mengenai pola kebijakan pengembangan obyek wisata yang meliputi :
a. Prioritas pengembangan obyek
b. Pengembangan pusat-pusat penyebaran kegiatan wisatawan
c. Memungkinkan kegiatan penunjang pengembangan obyek wisata
Dalam pengembangan obyek wisata ini, perlu diperhatikan tentang prasarana pariwisata, sarana wisata, infrastruktur pariwisata dan masyarakat sekitar obyek wisata tersebut.
Pengertian Dinas
Pengertian dinas menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (1989) berarti, segala sesuatu yang berkaitan dengan jawatan (pemerintah), bukan swasta. Selanjutnya menurut J.S Badudu (1994) Dinas diartikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan jawatan pemerintah. Sehingga penulis memberi batasan pengembangan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sebagai dari tugas utama yang harus dilaksanakan atau bagian aktivitas yang dimainkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sesuai dengan kedudukan dan statusnya sebagai organisasi pemerintah atau jawatan pemerintah dibidang pariwisata.

Video Streaming :

 

Terima Kasih
Categories: Kesehatan Lingkungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: