Home > Manajemen Lingkungan > PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK (FENOL) DAN LOGAM BERAT

PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK (FENOL) DAN LOGAM BERAT

Dalam pengolahan ini katalis dasar yang digunakan adalah TiO2 Degussa P25. Bahan untuk membuat dopan CdS adalah Cd(NO3).4H2O dan Na2S.9H2O, sedangkan dopan ZnO dibuat dari Zn(NO3)2.6H2O. Bahan untuk membuat pelarut aqua regia adalah larutan HCl 37 % dan HNO3 65 %. Semua bahan tersebut (kecuali TiO2 dari Degussa) adalah reagent-grade dari Merck. Dopan CdS dibuat melalui reaksi presipitasi antara larutan Cd(NO3).4H2O dan Na2S.9H2O dengan perbandingan tertentu. Endapan kuning CdS yang terbentuk dicuci dengan air bebas mineral (air demin) untuk menghilangkan NaNO3, lalu disaring dengan pompa vakum. Sol CdS kemudian dicampurkan dengan sol TiO2 dan diaduk, dilanjutkan dengan ultrasonifikasi selama 1 jam. Selanjutnya campuran tersebut dipanaskan (hydrothermal treatment) hingga terbentuk pasta. Kemudian dikeringkan di dalam vacuum furnace pada suhu 150oC selama 2 jam, dilanjutkan dengan kalsinasi pada 500oC selama 30 menit. Katalis yang diperoleh adalah CdS-TiO2, dengan loading CdS yang bervariasi. Katalis ZnO-TiO2 dengan loading ZnO tertentu dibuat dengan cara impregnasi serbuk TiO2 ke dalam larutan Zn-nitrat. Langkah selanjutnya seperti pemanasan, pengeringan, dan kalsinasi adalah sama dengan pada pembuatan katalis CdS-TiO2. Aktivitas fotokatalitik diuji untuk mengolah limbah sintetis Cr(VI) dan fenol atau Pt(IV) dan fenol secara simultan. Limbah fenol, krom dan platina masingmasing dibuat dari serbuk fenol, K2Cr2O7 dan H2PtCl6 yang dilarutkan ke dalam air demin dengan konsentrasi tertentu. Reaktor batch yang digunakan terbuat dari tabung Pyrex dengan volume ± 650 ml. Reaktor dilengkapi dengan 6 buah lampu black light UV masingmasing daya dengan 10 W) sebagai sumber cahaya, yang berjarak ± 15 cm dari dasar reaktor, dan dikelilingi oleh reflektor yang berdimensi 40 x 46 x 40 cm 3 untuk mengoptimalkan radiasi sinar UV dan mencegah pengaruh sinar lain dari luar. Pengaduk magnetik di dasar reaktor dijalankan untuk mencegah terjadinya endapan katalis. Katalis dengan berat tertentu dimasukkan ke dalam reaktor yang berisi larutan limbah dengan konsentrasi tertentu. Kondisi operasi standar dalam uji aktivitas ini adalah: pH 2, loading katalis 1 g/l, dan waktu reaksi selama 5 jam. Analisis perubahan konsentrasi Cr(VI) dan fenol dilakukan dengan UV-VIS Spectrophotometer buatan Labomed Inc. USA tipe Spectro UV-VIS RS. Analisis hasil reduksi Pt dilakukan menggunakan AAS (Atomic Absorbtion Spectrometer) tipe A 55 B buatan Varian Spectra Analytical. Recovery krom dilakukan dengan menambahkan NaOH pada larutan limbah akhir sampai mencapai pH tertentu. Variasi pH yang dilakukan pada recovery krom adalah 8, 9, dan 10. Recovery Pt dilakukan dengan melarutkan endapan katalis sisa ke dalam larutan aqua regia, kemudian memanaskannya selama selang waktu tertentu. Aqua regia didapat dengan cara mencampurkan larutan HCl dan HNO3 dengan perbandingan tertentu. Campuran antara katalis dengan larutan aqua regia tersebut dipanaskan selama 1 jam dengan variasi suhu 80, 100, dan 110oC. Analisis hasil recovery baik Pt maupun krom dilakukan menggunakan alat AAS.
Terima Kasih
Categories: Manajemen Lingkungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: